Penggunaan Air Bersih masih Stabil

Tingkat penggunaan air bersih oleh masyarakat Kabupaten Tabanan masih stabil sejak awal masa pandemi Covid-19 hingga sekarang. 

Tabanan (bisnisbali.com) –Tingkat penggunaan air bersih oleh masyarakat Kabupaten Tabanan masih stabil sejak awal masa pandemi Covid-19 hingga sekarang.  Itu terjadi meski sejumlah fasilitas tempat cuci tangan terkait protokol kesehatan (prokes) bertambah mulai kalangan rumah tangga hingga di sejumlah ruang publik dan objek wisata.

Kepala Bagian (Kabag) Hubungan dan Langganan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan Bambang Gunawan didampingi Kasubag Humas Wayan Agus Suanjaya mengungkapkan,  hingga kini penggunaan air bersih pelanggan Perumda TAB masih stabil. Itu tercermin dari konsumsi rata-rata sambungan air per bulan, salah satunya mengacu data pada Januari 2021 lalu tidak mengalami perubahan atau masih standar yakni 20,72  meter kubik per pelanggan. “Di Tabanan, penggunaan air masih stabil selama pandemi ini,” tuturnya, Selasa ( 16/2) kemarin.

Menurut Gunawan, kondisi tersebut disebabkan di Kabupaten Tabanan masih banyak sumber-sumber air yang bisa dimanfaatkan, seperti yang bersumber dari pancoran dan beji.  Oleh karena itu, tingkat aktivitas masyarakat yang meningkat untuk kebutuhan  mencuci tangan sebagai antisipasi atau pencegahan penyebaran Covid-19 tidak berdampak pada naiknya volume penggunaan air bersih di kalangan pelanggan TAB Tabanan.

Begitu pula sejumlah objek wisata memperbanyak titik-titik tempat cuci tangan di kawasan, namun penggunaan air di kalangan tersebut masih normal. Ini juga ditopang oleh jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan wisata belum normal hingga kini. “Kemungkinan jika kunjungan wisatawan internasional dibuka, baru nanti ada potensi lonjakan konsumsi atau penggunaan air bersih seiring lonjakan wisatawan yang datang ke kawasan,” ujarnya.

Agus Suanjaya menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di Kabupaten Tabanan, pihaknya terus berupaya mengoptimalkan peran dan fungsi unit pengolahan air baku. Terlebih dalam upaya pelayanan air minum memenuhi prinsip kualitas, kuantitas dan kontinuitas kepada masyarakat. Pelayanan air bersih tidak hanya diberikan untuk masyarakat yang ada di perkotaan, namun juga dioptimalkan untuk masyarakat di pelosok desa sehingga instalasi bisa diperluas di setiap kecamatan. “Berbagai revitalisasi infrastruktur juga telah dilakukan. Salah satunya dengan melakukan penggantian jaringan pipa yang kondisinya kurang baik atau berumur,” jelasnya. *man

BAGIKAN