Penggak DS Segera Mulai Operasional, Serap 70 Persen Produk UMKM  

Sempat molor dari target operasional yang dirancang pada awal tahun 2021.

Penggak DS berlokasi di pojok barat garasi lama Kantor Bupati Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Sempat molor dari target operasional yang dirancang pada awal tahun 2021. Akhirnya kantin senilai Rp 200 juta yang nantinya akan dikelola Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) dengan nama Penggak DS berada di halaman Kantor Bupati Tabanan ini segara operasional pada minggu ini.

Kepastian terkait operasional dengan mengedepankan konsep minimarket dan dilengkapi coffee shop tersebut disampaikan Direktur Utama PDDS, Kompiang Gede Pasek Wedha, Rabu (2/6). Kini pihaknya sedang mempersiapkan sistem barcode untuk pembukuan guna memudahkan dalam transaksi penjualan. “Saat ini kami juga sedang simulasi transaksi, mudah-mudahan jika ini siap semua pada hari Jumat ini sudah mulai operasional,” tuturnya.

Penggak DS ini akan menawarkan konsep seperti minimarket, dilengkapi juga dengan coffee shop dan resto untuk kuliner. Khusus untuk produk dijual di minimarket merupakan dominan hasil dari produksi BUMDes yang ada di Kabupaten Tabanan.

Terkait itu saat ini pihaknya mencoba berusaha menyerap produk hasil UMKM dan beberapa juga menjual beberapa produk yang dijual seperti ditawarkan di toko berjejaring. Katanya, saat ini mungkin baru ada 10-20 persen produk UMKM yang diserap untuk dijual di Penggak DS, karena sejumlah UMKM ini ada yang belum mengantongi sejumlah izin produk. Tapi harapannya, persentase serapan dari produk UMKM ini bisa meningkat hingga 70 persen yang diupayakan salah satunya melalui kerja sama dengan BUMDes.

“BUMDes lah yang nantinya mayoritas mengisi produk di Penggak DS ini. Kami hanya membantu memfasilitasi sistem, sedangkan nantinya BUMDes yang akan memproteksi hasil produk UMKM sekaligus dalam upaya berkontribusi bagi pendapatan untuk desa masing-masing,” harapnya.

Pangsa pasar yang dituju dari Penggak DS yang berlokasi di halaman parkir Kantor Bupati Tabanan adalah kalangan ASN maupun masyarakat umum yang beraktivitas di kawasan sekitar. Seiring dengan itu untuk jam operasional juga akan menyesuaikan dengan aktivitas ASN.

“Jam operasional sementara menyesuaikan dengan aktivitas ASN. Tapi tidak menutup kemungkinan akan buka sampai malam, khususnya untuk coffee shop dan resto yang mungkin bisa buka sampai malam. Untuk itu kami masih lihat potensi pasar sementara ini,” tandasnya. *man

BAGIKAN