Pengembangan Industri Kreatif Terhambat Pandemi

Selain pariwisata, Bali memiliki peluang yang cukup menjanjikan dalam pengembangan industri kreatif baik dari sisi kuliner, fashion, seni rupa, dan seni pertunjukan.

Denpasar (bisnisbali.com) Selain pariwisata, Bali memiliki peluang yang cukup menjanjikan dalam pengembangan industri kreatif baik dari sisi kuliner, fashion, seni rupa, dan seni pertunjukan. Namun pandemi Covid-19 membuat penurunan konsumsi dan produksi produk kreatif serta berdampak negatif pula pada 98 persen pekerja industri kreatif.

“Bali memiliki peluang yang menjanjikan untuk mengembangkan kuliner, fashion, seni rupa, dan seni pertunjukan. Misalnya, Ubud pernah mendapatkan penghargaan dari UNWTO sebagai Global Gastronomy Destination pada tahun 2019. Selain terkenal dengan mahakarya seninya seperti lukisan dan tari tradisional, Ubud ternyata juga memiliki potensi kuliner lokal,” ungkap Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace saat menjadi narasumber dalam acara webinar Institut Pariwisata Bali (IPB) Internasional yang bertajuk New Era Tourism Order, pada Sabtu (3/10).

Meski demikian, Cok Ace menyayangkan pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan konsumsi dan produksi produk kreatif. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berkomitmen mendukung langkah-langkah yang diperlukan untuk pemulihan perekonomian Bali, termasuk sektor industri kreatif.

Secara umum, Pemprov Bali melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebenarnya telah menyiapkan berbagai program dan bantuan yang ditujukan bagi masyarakat yang paling terdampak saat pandemi. Program ini dibagi menjadi dua bagian yakni, perlindungan sosial dan perlindungan bisnis.

Dalam perlindungan sosial, program PEN memberikan beberapa bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang paling rentan. Bantuan tersebut adalah Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Langsung, Bantuan Tunai Sosial, Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa, Program Kartu Pra Kerja, Bantuan Langsung Tunai untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, dan Subsidi Upah.

Sementara dalam Perlindungan Usaha, pemerintah memberikan Program Subsidi Bunga untuk UMKM, Jaminan Kredit UMKM, Jaminan Kredit Korporasi dan Penempatan Tunai Negara pada bank umum mitra sebagai kebijakan pemulihan ekonomi nasional.

Program dukungan ini didedikasikan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi saat krisis, khususnya di Bali. Namun, program tersebut tidak diarahkan untuk meningkatkan daya saing ekonomi  pascapandemi. “Ini adalah masalah penting yang perlu kita pertimbangkan mulai sekarang. Berbicara tentang pemberdayaan industri kreatif, saya ingin menyoroti 4 aspek penting, yaitu refulation support, human resource improvement, capital support, dan market accessibility support,” paparnya.

Pada aspek dukungan permodalan selanjutnya, industri kreatif di Bali juga dapat dengan mudah mendapatkan pinjaman dan modal.  Ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah dan lembaga keuangan bagi industri kreatif untuk mengembangkan dan memperluas industri.

Terakhir, dukungan aksesibilitas pasar juga menjadi aspek penting dalam mengembangkan industri kreatif. Pemerintah menggagas berbagai program dan kampanye untuk membuka akses pasar seluas-luasnya. Pemerintah memberikan dukungan melalui berbagai jalur promosi, program pasar terjangkau, dan program pendukung lainnya seperti “Jalan-Jalan Bali” atau “explore Bali” sebagai kampanye mengajak masyarakat menjelajahi keindahan Bali sekaligus mendukung produk kreatif lokal di Bali. *wid      

BAGIKAN