Pengembangan Aplikasi Berkontribusi Peningkatan Literasi dan Inklusi Pasar Modal

Meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal dengan pelaksanaan sosialisasi secara daring jadi tren saat ini.

Denpasar (bisnisbali.com) –Meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal dengan pelaksanaan sosialisasi secara daring jadi tren saat ini. Menggunakan media sosial serta pengembangan aplikasi menjadi solusi dalam pengembangan pasar modal dan terbukti mampu menciptakan rekor baru jumlah investor selama pandemi covid-19.
Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi dalam CMSE 2020 mengatakan dengan kemajauan teknologi dan informasi saat ini bukan menjadi halangan untuk berperan akitif mengembangkan pasar modal Indonesia. Meskipun pandemic covid-19 masih berlangsung dan tidak memungkinkan untuk bertatap muka, bukan menjadi halangan mengembangkan pasar modal Indonesia.

“Terciptanya rekor baru penciptaan tiga juta investor pasar modal pada tanggal 24 Juli 2020 tidak terlepas dari dukungan generasi muda. Meski pandemi, total SID telah mencapai 3,27 juta per akhir September 2020 berkat kemudahan teknologi,” katanya dalam acara Community Talks “Strategi Literasi dan Inklusi Selama Pandemi”.
Ia berharap dukungan generasi muda dapat menjadi basis investor domestik. Baginya pertumbuhan investor lokal ini sangat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Untuk itu OJK bersama dengan BEI, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) berharap CMSE 2020, sebagai rangkaian dari peringatan 43 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia bisa berperan sebagai sarana untuk menampilkan peran dan fungsi dari seluruh lembaga, profesi, produk, dan layanan di pasar modal Indonesia kepada stakeholders dan publik.
Sementara itu Kepala GI BEI UMY, Iskandar Bukhori mengatakan strategi meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal di tengah pandemic dengan terus mengembangkan galeri investasi.
“Bagaimana mengelola galeri investasi dengan terus melakukan eduaksi baik secara online. Yang berprestasi jangan galeri namun juga KSPM-nya,” katanya.
Dengan begitu bakal terjadi peningkatan antusiasme dan literasi tentang investasi pasar modal di berbagai kalangan.*dik

BAGIKAN