Pengelolaan Sampah Secara Mandiri

Pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan perhatian serius dalam penanganan sampah rumah tangga guna mewujudkan Gianyar asri dan nyaman. 

SAMPAH - Pemkab Gianyar terus  berupaya menyiapan alat pengolahan sampah di tingkat desa guna terwujudnya pengelolaan sampah secara mandiri.

Gianyar (bisnisbali.com) –Pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan perhatian serius dalam penanganan sampah rumah tangga guna mewujudkan Gianyar asri dan nyaman.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra, Selasa (11/8) mengatakan gebrakan penyiapan alat pengolahan sampah di tingkat desa merupakan salah satu strategi guna mewujudkan pengelolaan sampah di Kabupaten Gianyar secara mandiri.

Diungkapkan, sebelumnya Bupati Gianyar telah menjalin MoU dengan Yayasan Bumi Sasmaya yang berisi kesepakatan tentang pengelolaan sampah mandiri di pedesaan. “Yayasan Bumi Sasmaya siap membantu pemda, mendampingi, memfasilitasi, dan membangun sistem pengelolaan sampah mandiri di pedesaan dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle),” ujar Wayan Kujus.

Ditambahkannya, berdasarkan MoU tersebut, Yayasan Bumi Sasmaya akan membantu Pemkab Gianyar membangun sistem pengolahan sampah mandiri di 20 desa selama 5 tahun. “Untuk tahun ini, kami prioritaskan di 6 desa,” kata Wayan Kujus. Keenam desa tersebut yaitu Taro, Bedulu, Pejeng, Sebatu, Tulikup, dan Medahan.

Fasilitas pengolahan sampah Banjar Belong Desa Taro yang diresmikan hari ini merupakan pembangunan fisik dan sistem pengolahan sampah mandiri pertama kerja sama Pemkab Gianyar dengan Yayasan Bumi Sasmaya.

Perbekel Taro I Wayan Warka sebelumnya  mengatakan, fasilitas pengolahan material sampah ini akan meng-cover sampah se-Desa Taro bahkan se-Kecamatan Tegallalang. Hanya 10 persen residu sampah Desa Taro yang tidak bisa diolah yang akan dikirim ke TPA Temesi.

Manager Yayasan Pemilahan Sampah (YPS) Temesi, Wayan Cakra mengatakan sampah dijaga agar tidak terkontaminasi karena ini dapat mengurangi nilainya. Ini merupakan suatu aplikasi model dari konsep 3R. Ini meliputi  reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang). “Lingkungan menjadi lebih bersih karena berkurangnya sampah yang dibakar atau dibuang ke alam,” ucapnya.  *kup

BAGIKAN