Pengelola Hotel Perketat Prokes

Menyambut hari raya Natal dan Tahun Baru 2021, pengelola hotel ikut serta mencegah penyebaran Covid-19.

PROKES – Penerapan prokes di salah satu hotel.

Gianyar (bisnisbali.com)  – Menyambut hari raya Natal dan Tahun Baru 2021, pengelola hotel ikut serta mencegah penyebaran Covid-19. Hal ini selaras dengan kebijakan Gubernur Bali melalui SE Nomor 2021 tahun 2020 tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat selama libur hari raya Natal dan menyambut Tahun Baru 2021 dalam tatanan kehidupan era baru di Bali.

General Manager The Kayon Jungle Resort, I Nengah Suweca, di Gianyar, mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 ini kebiasaan baru masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) menjadi hal utama. Hal inilah melatari pelaku pariwisata khususnya perhotelan juga menerapkan prokes ketat untuk ikut serta mencegah penyebaran virus corona.

“Prokes mulai dari wajib menggunakan masker, menjaga jarak hingga rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau pun menggunakan hand sanitizer. Tidak hanya bagi SDM namun juga berlaku bagi pengunjung yang kebanyakan kini wisatawan domestik keluarga,” katanya.

Suweca menjelaskan, agar semua disiplin, pengelola akan langsung menegur tamu apabila ada di antara mereka yang mengabaikan dalam menerapkan prokes. Termasuk, menggandeng pihak kepolisian sebagai shock therapy.

“Tetapi pada umumnya wisatawan mengerti dan respect karena kondisi saat ini pandemi Covid-19 menuntut adanya keamanan dan sehat tidak hanya bagi diri sendiri. Mereka pun memahami bahwa tengah berhadapan dengan sesuatu yang tidak kelihatan,” ungkapnya.

Diakuinya, pencegahan dilakukan sejak awal tamu datang. Bila ada tamu memiliki suhu tubuh yang di atas persyaratan akan difasilitasi ke klinik rekanan hotel. Bila beberapa jam masih juga belum menunjukkan perubahan, difasilitasi ke rumah sakit rujukan. Tidak hanya itu, hotel juga memiliki ruang isolasi apabila seandainya ada tamu yang berada di The Kayon Jungle Resort terkena kasus Covid-19. Nantinya pihak The Kayon Jungle Resort akan mengarahkan tamu ke ruang tersebut sembari berkordinasi dengan dokter.

Ia pun memastikan, prokes Cleanlines, Health, Safety and Environment  (CHSE ) menyambut new normal pihaknya telah diaplikasikan di semua tempat dan berlaku juga ketika sebelum tamu masuk ke hotel hingga sebaliknya. “Untuk kamar misalnya, kami usahakan untuk tidak ada back to back. Seandainya sekarang tamu check out, maka kami usahakan besok baru bisa diisi tamu karena kami butuh waktu 4 jam untuk mensterilkan kamar tersebut,” jelasnya.

Ia pun menyebutkan, wisatawan kini lebih suka suasana resort yang sifatnya open air mengingat virus corona umumnya bertahan lama di ruangan tertutup. Ruangan terbuka seperti kolam renang dan menikmati alam yang amsih asri menjadi tempat favorit.*dik

BAGIKAN