Pengelola DTW Sambut Baik WF Bali

Sejumlah pengelola destinasi wisata atau Daya Tarik Wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan menyambut baik wacana program Work From (WF) Bali atau Bekerja dari Bali bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

WF Bali – Work From (WK)  Bali diyakini berimbas pada jumlah kunjungan wisatawan.

Tabanan (bisnisbali.com)  –Sejumlah pengelola destinasi wisata atau Daya Tarik Wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan menyambut baik wacana program Work From (WF) Bali atau Bekerja dari Bali bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab, itu diyakini berimbas pada naiknya angka kunjungan ke destinasi dibandingkan pencapaian sebelumnya.

Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa, menyatakan menyambut baik wacana tersebut dalam rangka mendorong pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19. Program itu berpotensi memberi andil pada terdongkraknya angka kunjungan wisatawan ke Jatiluwih.

Akan tetapi wacana tersebut harus dibarengi dengan sejumlah kelonggaran kebijakan, khususnya terkait penyekatan lalu lintas masyarakat antarpulau yang diberlakukan pada momen Lebaran lalu. “Sepanjang aturan penyekatan masih ketat, wacana WF Bali mungkin saja tidak signifikan berdampak pada angka kunjungan,” tuturnya, Senin (24/5) kemarin.

Dalam upaya membangkitkan sektor pariwisata khususnya di Jatiluwih, pihaknya juga tetap berharap pemerintah segera merealisasikan pembukaan penerbangan internasional ke Bali. Saat ini rata-rata jumlah kunjungan wisatawan ke Jatiluwih jauh menurun karena hanya puluhan orang per hari pada hari kerja dan 200-300 per hari pada akhir pekan.

Hal senada juga diungkapkan Manajer DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana. Pihaknya mendukung setiap kebijakan pemerintah pusat yang berupaya mendongkrak kembali pariwisata Bali, salah satunya dalam bentuk WF Bali. Asumsinya kebijakan tersebut bisa menumbuhkan kepercayaan pasar domestik terhadap Pulau Dewata. Efeknya bisa mendongkrak kunjungan ke objek wisata tentu  tetap menerapkan protokol kesehatan. “Kebijakan ini pastinya juga akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat Bali nantinya,” jelasnya.

Sementara itu pascamomen Lebaran, DTW Tanah Lot mencatat peningkatan angka kunjungan wisatawan.  Itu tercermin dari wisatawan yang datang ke objek dengan pemandangan pura di tengah pantai ini. Per 20 Mei lalu mencapai 663 orang, pada 21 Mei meningkat menjadi 803 orang, pada 22 Mei naik mencapai 1.102 orang dan pada 23 Mei kembali melonjak menjadi 1.161 orang. *man

BAGIKAN