Pengamat Ekonomi Respons Positif UU Cipta Karya

Pengamat ekonomi dari Undiknas University Prof. Dr. Gede Sri Darma menilai omnibus law menarik bagi investor dalam rangka memperluas lapangan pekerjaan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pengamat ekonomi dari Undiknas University Prof. Dr. Gede Sri Darma menilai omnibus law menarik bagi investor dalam rangka memperluas lapangan pekerjaan.
“Kami merespons positif UU Cipta Kerja karena sedikitnya 153 perusahaan segera membangun usaha di Indonesia,” katanya.
Menurut Direktur Undiknas Graduate School (UGS) ini, Kehadiran omnibus law akan berdampak bagi perekonomian khususnya bagi para pelaku usaha, mulai dari UMKM, koperasi, hingga korporasi, domestik maupun asing.

Terkait adanya reaksi negatif, Sri Darma melihat itu karena sejumlah elemen bangsa lebih disebabkan oleh belum tersosialisasinya UU baru ini. Padahal UU Cipta Kerja hadir untuk menyederhanakan, menyinkronisasi, dan memangkas obesitas regulasi yang menghambat investasi guna memperluas lapangan pekerjaan.
“UU Cipta Kerja tersebut juga memberi perlindungan pada tenaga kerja,” ujarnya.

Selain itu, dalam UU adanya upah minimum juga tetap diberlakukan. Tata cara penetapan upah minimum dan formulanya akan diatur dalam PP. Di UU baru juga ada JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan). Di dalam UU Cipta Kerja ada cluster mengenai SWF atau Investment Authority Indonesia atau Lembaga Pembiayaan Investasi (LPI).

“Dalam UU Ciptaker ini, sumber modal awal dari SWF terdiri dari kombinasi aset negara, aset BUMN, dan sumber lainnya,” paparnya.
Untuk itu, Prof. Sri Darma berharap sosialisasikan saja lebih intens terkait isi UU Ciptaker tersebut. “Jika buruh tidak puas, lebih baik tempuh jalur yang lebih baik yakni lewat MK,” ucapnya.*dik

BAGIKAN