Pendekatan Teknologi Digital, Tumbuhkan Literasi Keuangan Anak sejak Dini

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru merilis survai nasional literasi keuangan awal bulan ini yang menunjukkan peningkatan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia dari angka 29,7 persen pada 2016 menjadi 38,03 persen pada 2019.

DIGITALISASI - Suasana pengenalan literasi keuangan anak sejak dini dengan pendekatan digitalisasi.

Denpasar (bisnisbali.com) –Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru merilis survai nasional literasi keuangan awal bulan ini yang menunjukkan peningkatan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia dari angka 29,7 persen pada 2016 menjadi 38,03 persen pada 2019. Kendati mengalami peningkatan, tetap literasi keuangan harus terus ditumbuhkan melalui edukasi kepada anak sejak dini.

“Salah satunya dikenalkan di kalangan anak sekolah dasar (SD) melalui pendekatan teknologi digital seperti edutech literasi keuangan anak cerdas,” kata Co-Founder and Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia, Robert Gerdiner di kegiatan fun-ancial day yang digelar Bank HSBC Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia di Renon, Minggu (24/11) kemarin.

Ia tidak memungkiri pemberian uang saku oleh orangtua kerap kali tidak disertai dengan tuntunan dan dorongan kepada anak untuk mengelola uang yang dimiliki. Selain faktor kebiasaan terbatasnya media edukasi anak mengenai keterampilan ini juga menjadi penyebabnya.

Oleh karenanya, program pembelajaran berbasis teknologi ini diharapkan dapat memfasilitasi orangtua dalam mengenalkan konsep dasar keuangan kepada anak dan akan membangun budaya pengelolaan uang yang bijak sejak dini di rumah. Inovasi pendidikan dirancang untuk anak-anak usia sekolah dasar ini dapat diakses secara daring diwww.anakcerdas.prestasijunior.org melalui komputer dan laptop.

Dalam 3 segmen edutech anak cerdas, kata Robert, anak-anak nantinya belajar membuat pilihan pribadi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan, menyadari pentingnya menabung serta berbagi kepada komunitas sekitar, memahami seseorang harus bekerja atau berbisnis untuk memperoleh uang sehingga pengelolaan yang bijak perlu dilakukan, termasuk memahami peran pajak dan institusi keuangan untuk menggerakkan ekonomi dalam kota.

“Edutech anak cerdas ini dapat dinikmati dengan mudah dan kini dapat menjadi opsi bagi orangtua untuk mulai menanamkan nilai-nilai finansial kepada anak,” ujarnya.

Pendekatan teknologi digital yang interaktif aman dan menyenangkan membuat pembelajaran pengelolaan uang yang konferensi menjadi efektif dan mudah dipahami oleh anak-anak

Kegiatan fun-ancial day yang digelar Bank HSBC Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia ini sebelum dikembangkan dalam versi daring, tahun lalu telah menginiasi program anak cerdas digital versi luring di 67 SD di 15 kota di Indonesia dengan proses pembelajaran menggunakan tablet sejak 2015 hingga 2018. Program anak cerdas dengan konten dan desain yang mampu menggugah semangat berdiskusi di kelas ini berhasil meningkatkan pemahaman keuangan 15.000 anak dari kisaran 40 persen hingga 50 persen menjadi sekitar 80 persen.

Head of Corporate Sustainability Bank HSBC Indonesia, Nuni Sutyoko menyampaikan dengan akses tanpa batas pihaknya ingin manfaat edutech anak cerdas dapat menjangkau lebih banyak anak-anak Indonesia. Hal ini merupakan wujud komitmen dan kontribusi aktif bank untuk turut meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia.

Secara berkelanjutan pihaknya meyakini literasi keuangan adalah salah satu keterampilan masa depan yang perlu dipupuk sejak dini agar anak-anak dapat menjadi generasi cerdas finansial yang mampu membuat keputusan keuangan dengan tepat saat dewasa nanti.

“Hanya dengan program registrasi menggunakan alamat email, orangtua dapat memanfaatkan 15 sesi pembelajaran pengolahan yang terbagi dalam tiga segmen yaitu JA ourselves, JA our community dan JA our City. Materi dalam penyajian memberikan ruang diskusi bagi orangtua dan anak guna mengoptimalkan pemahaman terkait keuangan usaha,” jelasnya. *dik

BAGIKAN