Pendampingan Tim PPPUD Unmas Denpasar, Strategi Eksis UKM Asri Jewellery di Masa Pandemi Covid-19  

USAHA Kecil Menengah (UKM)  sangat membantu perekonomian Indonesia utamanya dalam penyerapan tenaga kerja.

USAHA Kecil Menengah (UKM)  sangat membantu perekonomian Indonesia utamanya dalam penyerapan tenaga kerja. Namun di masa pandemi Covid-19 ini, banyak UKM yang terkena dampak bahkan sampai menutup usahanya.  Dampak corona itu juga dialami UKM Asri Jewellery milik I Wayan Suardana.

Usaha yang beralamat  di Br. Mantring, Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, ini merupakan usaha yang menghasilkan kerajinan-kerajinan ukiran dengan bahan dasar limbah tulang sapi dan kerbau. Kerajinan ukiran yang dihasilkan beragam dari yang berbentuk kecil seperti asesoris anting, kalung, gelang, cincin, sirkam rambut. Juga pajangan rumah berupa ukiran-ukiran yang sangat cantik digunakan sebagai penghias rumah. Selain itu ada kerajinan kepala kerbau.

Kata Ida Ayu Nyoman Yuliastuti, S.E., M.Si., peminat dari kerajinan ini kebanyakan wisatawan asing. Sehingga UKM Asri Jewellery lebih banyak melayani penjualan ekspor. Namun semenjak adanya penerapan social distancing, pshycal distancing,  imbauan untuk di rumah saja hingga penutupan bandara, dan tidak ada wisatawan yang datang ke Bali membuat pemesanan produk ekspor mengalami penurunan.

Untuk menjaga eksistensi dari UKM Asri Jewellery, maka dirasa perlu dilakukan pendampingan dari Tim Pengabdian Universitas Mahasaraswati Denpasar. Tim Pengabdian ini diketuai oleh Ida Ayu Nyoman Yuliastuti, dengan anggota Dr. Putu Kepramareni, S.E., M.M, Anak Agung Putu Wiwik Sugiantari, S.H., M.H., dan Ir. I Ketut Sudipta Giri, MT, dengan juga melibatkan 5 orang mahasiswa Universitas Mahasaraswati Denpasar. Program pengabdian ini merupakan hibah dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Ristek-Brin dengan Skim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD). Pengabdian ini merupakan pelaksanaan tahun kedua dari tiga tahun pelaksanaan yang direncanakan, yang bertepatan dengan adanya pandemi Covid-19.

Agar UKM mampu bertahan di kondisi pandemi Covid-19 ini, maka kegiatan tim pengabdian lebih berfokus pada memberikan pendampingan pemasaran melalui media sosial. Pada saat ini telah diberlakukan tatanan kehidupan baru dan telah dibukanya pariwisata Bali khususnya untuk wisatawan domestik. Maka promosi produk UKM Asri Jewellery lebih diutamakan untuk promosi pada pasar domestik, tanpa menurukan promosi yang dilakukan di luar negeri. Selanjutnya tim juga mengadakan efisiensi biaya melalui perhitungan biaya pokok produksi yang dihitung dengan cermat sehingga UKM mampu mempertahankan margin laba. Selain solusi utama yang diberikan, tim juga melakukan perbaikan tempat produksi, pengadaan masker, hand sanitizer, laptop, neon box, katalog produk, serta pendampingan dalam pembuatan logo usaha, dan pengurusan HKI. Diharapkan dengan solusi yang telah diberikan ini maka UKM Asri Jewellery mampu mempertahankan keberlanjutan usahanya dan mampu menyerap tenaga kerja masyarakat Bali lebih banyak lagi.  *wid/adv 

BAGIKAN