Pencegahan Covid-19, BPJamsostek Berlakukan Layanan Tanpa Kontak Fisik

Dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19, BPJamsostek menerapkan beberapa lagkah mitigasi.

Denpasar (bisnisbali.com) –Dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19, BPJamsostek menerapkan beberapa lagkah mitigasi. Salah satunya memberlakukan protokol layanan tanpa kontak fisik (lapak asik). Layanan ini berbasis online.
Kepala BPJamsostek Cabang Bali-Denpasar Mohamad Irfan, di Denpasar mengatakan, protokol lapak asik merupakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah. “Jika sebelumnya pelayanan yang diberikan selalu dilakukan secara tatap muka atau kontak fisik, maka tidak kali ini,” katanya.

Menurutnya mekanisme di antaranya dalam melakukan pelayanan klaim JHT, peserta dapat mengakses registrasi antrean online melalui aplikasi BPJSTKU. Bisa juga melalui situs resmi antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id. Setelah mendaftar, paling lambat H-1 peserta mengunggah dokumen-dokumen yang menjadi syarat klaim melalui alamat email yang diberikan saat registrasi.
“Selanjutnya petugas akan melakukan verifikasi berkas. Jika dokumen lengkap dan telah diverifikasi petugas, peserta tinggal menunggu status pengajuan klaim. Ini akan diinformasikan melalui sarana komunikasi seperti email, WhatsApp, SMS atau telepon,” ungkapnya.

Tidak hanya itu dalam rangka optimalisasi pencegahan penyebaran virus corona, BPJamsostek Cabang Bali Denpasar menggelar kegiatan pembersihan dan penyemprotan disinfektan di seluruh area gedung kantor. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mengurangi penyebaran virus di area kantor beserta dengan fasilitas pelayanan yang sering digunakan untuk memberikan kenyamanan dan kesehatan bagi peserta.

“Sebagai langkah kewaspadaan, kegiatan penyemprotan disinfektan yang kami laksanakan ini merupakan bentuk optimalisasi dari usaha pencegahan penyebaran virus corona di area pelayanan dan seluruh area gedung kantor yang terdiri dari tiga lantai. Kami terus mendukung upaya pemerintah daerah dalam pencegahan penyebaran virus corona yang makin masif,” ujarnya.*dik

BAGIKAN