Pencapaian Target Kunjungan Wisman 2020 tak Boleh Ambisius

Tantangan persaingan pariwisata Indonesia dengan negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, Singapura dan lainnya makin ketat.

BERLIBUR - Wisatawan yang berlibur di Bali. Target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang berlibur ke Bali 2020 diharapkan tidak terlalu ambisius.  

Denpasar (bisnisbali.com)-Tantangan persaingan pariwisata Indonesia dengan negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, Singapura dan lainnya makin ketat. Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Wilayah Bali, Dr. I Putu Anom, M.Par Minggu (5/1) mengatakan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang berlibur ke Bali 2020 diharapkan tidak terlalu ambisius.

Pariwisata Bali mesti bercermin dengan kondisi pariwisata 2019. Pariwisata Indonesia akan menghadapi tantangan dan persaingan dengan negara tetangga yang sama-sama menggenjot devisa negara dari pariwisata.

Ia menjelaskan melihat kondisi tersebut pariwisata Bali mesti menggunakan pertimbangan realistis untuk menentukan target kunjungan wisman ke Bali 2020. ‘’Jika tanpa pertimbangan yang jelas, target kunjungan wisman ke Bali akan terkesan ambisius,” ucapnya.

Anom mencontohkan kunjungan wisman ke Bali 2019 sebelumnya hanya  diprediksi kisaran 6.3-6.5 juta. Sementara pemerintah pusat menargetkan pariwisata Bali dikunjungi 7 juta -7,2 juta wisman tahun 2019. “Target pemerintah 2019 kemarin sangat sulit tercapai bisa dinilai target pemerintah pusat untuk Bali terlalu ambisius,” jelasnya.

Kunjungan wisatawan domestik (wisdom) 2020 ke Bali juga diharapkan terus meningkat. Ini  agar wisdom juga  bisa berkontribusi meningkatkan tingkat hunian kamar hotel di Bali yang sudah over supply.

Putu Anom menambahkan peningkatan jumlah wisatawan yang menginap di hotel tentunya diharapkan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peemerintah daerah kabupaten dan kota di Bali bisa meningkatkan pendapatan melalui peningkatan Pajak Hotel dan Restauran (PHR). *kup

BAGIKAN