Penanganan Covid-19 di Tabanan, Realisasi Anggaran Tembus Rp 23 Miliar  

Hingga September, realisasi belanja penanganan Covid-19 di Kabupaten Tabanan yang bersumber dari APBD sudah mencapai Rp 23.617.839.291 atau setara 34,76 persen dari total anggaran Rp 67.941.302.504.

I Dewa Ayu Sri Budiarti

Tabanan (bisnisbali.com) –Hingga September, realisasi belanja penanganan Covid-19 di Kabupaten Tabanan yang bersumber dari APBD sudah mencapai Rp 23.617.839.291 atau setara 34,76 persen dari total anggaran Rp 67.941.302.504. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk belanja beberapa hal mulai Juni 2020 lalu.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan, I Dewa Ayu Sri Budiarti, Kamis (15/10) kemarin, mengungkapkan, anggaran belanja untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Tabanan tersebut diprioritaskan untuk beberapa hal. Hal dimaksud yakni untuk penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi, dan penyediaan social safety net atau jaringan pengaman sosial. “Tiga program prioritas tersebut masing-masing mencakup kegiatan atau program serta belanja tak terduga,” tuturnya.

Kata Dewa Ayu, per September lalu untuk prioritas penanganan kesehatan, salah satu kegiatan programnya adalah epidemiologi penyakit dan penanggulangan Covid-19 dengan anggaran mencapai Rp 11.118.964.000. Selain itu, program lainnya adalah kegiatan surveilans epidemiologi penyakit (BOK) dengan alokasi anggaran Rp 10.876.952.608, kegiatan pelayanan kesehatan pada BRSU Tabanan Rp 5.148.267.319, kegiatan pengadaan alat kesehatan (menyiapkan alkes untuk ruang isolasi di BRSU Tabanan) mencapai Rp 1.151.294.833 dan kegiatan pemberdayaan pekarangan pangan Rp 270.739.900.

Kemudian ada pula kegiatan pengembangan cadangan pangan Rp 168.125.000, kegiatan belanja kebutuhan kantor dalam melakukan pelayanan dan pencegahan penyebaran Covid-19 sebesar Rp 121.350.000. “Sehingga September lalu total untuk anggaran prioritas untuk penanganan kesehatan pada program kerja mencapai Rp 28.855.693.660,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, belanja tak terduga terdiri dari belanja tidak terduga untuk penanganan Covid-19 di Tabanan tahun anggaran 2020 total pagu adalah Rp 51,9 miliar. Dari alokasi tersebut, sudah terealisasi mencapai Rp 22,2 miliar per September 2020.

Menurutnya, untuk penanganan dampak ekonomi dengan pagu Rp 8 miliar, realisasinya sudah mencapai Rp 1,3 miliar. Sementara untuk penanganan penyediaan social safety net atau jaring pengaman sosial dengan pagu Rp 8 miliar, sampai sampai saat ini belum ada realisasi.*man

BAGIKAN