Penanganan Covid-19, Denpasar Anggarkan Rp 35 Miliar

Belum tuntasnya penanganan pandemi Covid-19 membuat pemerintah daerah harus menganggarkan kembali dana APBD pada tahun 2021.

Dewa Gede Rai

Denpasar (bisnisbali.com)Belum tuntasnya penanganan pandemi Covid-19 membuat pemerintah daerah harus menganggarkan kembali dana APBD pada tahun 2021. Di Kota Denpasar, anggaran penangan pandemi Covid-19 tahun ini  mencapai Rp 35 miliar yang dialokasikan ke dalam tiga pos atau sektor, yakni kesehatan, bantuan sosial (bansos) dan pemulihan ekonomi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai, Jumat (19/2), mengatakan dana tersebut diambil dari APBD Kota Denpasar dan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT). Ada pun alokasinya masing-masing untuk sektor kesehatan Rp 8 miliar, bansos Rp 13 miliar dan pemulihan ekonomi Rp 13,7 miliar.

Pada sektor kesehatan dana ini nantinya digunakan untuk membeli alat kesehatan termasuk alat pelindung diri (APD). Dana kesehatan ini akan dikelola oleh Dinas Kesehatan sebagai leading sektor pelaksanaan kesehatan di Denpasar. Sementara bantuan sosial sebesar Rp 13 miliar lebih pengelolanya Dinas Sosial. Dana ini difungsikan untuk memberikan bantuan langsung tunai (BLT), sembako dan biaya isolasi bagi yang keluarganya positif Covid-19.

Dana pemulihan ekonomi sebesar Rp 13,7 miliar nantinya akan direalisasikan untuk berbagai kegiatan baik di bidang pariwisata, pemberdayaan masyarakat, UMKM, koperasi, pertanian, hingga perikanan. “Misalnya untuk pengadaan bibit kepada masyarakat terdampak, ada juga di perikanan seperti pengadaan bibit lele,” kata Dewa Rai.

Pengelolaan dana ini berada di bawah Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan Kota Denpasar. Dana untuk pemulihan ekonomi ini alokasinya lebih tinggi dikarenakan mencakup banyak sektor.

Selain itu, peningkatan ekonomi akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. “Jika ekonomi naik, taraf kesehatan masyarakat juga akan naik. Jadi, ekonomi harus pulih dan masyarakat memiliki pegangan hidup,” ujarnya.

Dewa Rai menambahkan, akan ada juga bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Pusat baik dalam bentuk vaksin, alat kesehatan maupun alat tes. *wid

BAGIKAN