Pemulihan Ekonomi Bali Sulit Tercapai Tahun Ini

Pemulihan ekonomi di Pulau Dewata, seperti sebelum pandemi Covid-19, diprediksi sulit tercapai pada tahun ini.

BAJAK SAWAH - Seorang petani membajak sawah di Canggu, yang di sekitarnya banyak berdiri akomodasi pariwisata. Pariwisata dan pertanian merupakan harapan pertumbuhan ekonomi Bali.

Denpasar (bisnisbali.com) – Pemulihan ekonomi di Pulau Dewata, seperti sebelum pandemi Covid-19, diprediksi sulit tercapai pada tahun ini. Sebab, aktivitas bisnis terutama sektor pariwisata belum bergerak signifikan, sehingga tidak bisa memberi kontribusi besar bagi PDRB Bali. Hal itu diungkapkan pemerhati ekonomi dari Undiknas University, Dr. Agus Fredy Maradona, di Denpasar, Minggu (18/4).

Ia mengatakan pemulihan tersebut akan terjadi ketika roda penggerak perekonomian Bali sudah berputar secara normal. Misalnya, sektor pariwisata, rekreasi dan hiburan, serta sektor penunjangnya. Freddy Maradona pun menyampaikan pada triwulan I tahun 2021, perekonomian Bali masih mengalami kontraksi mengingat aktivitas bisnis belum bergerak signifikan. “Meskipun demikian, akan tampak perbaikan ekonomi dibandingkan triwulan sebelumnya, yang tercermin dari persentasi kontraksi ekonomi yang lebih rendah,” ujarnya.

Bagaimana dengan triwulan II? Apabila aktivitas pariwisata bisa ditingkatkan, ia yakin perekonomian Bali akan menunjukkan pertumbuhan positif secara year on year. Artinya, dibandingkan triwulan II 2020, ia yakin pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 akan positif. “Aktivitas bisnis di berbagai sektor di Bali saat ini sudah lebih bagus dibandingkan di triwulan II 2020,” jelasnya.

Seiring dengan program vaksinasi dan penyiapan sejumlah kawasan pariwisata sebagai zona hijau, Freddy Maradona optimistis perekonomian Bali di triwulan III dan IV secara juga akan tumbuh positif dibandingkan triwulan sama tahun 2020. Demikian halnya, secara agregat pertumbuhan ekonomi tahun 2021 akan tumbuh positif dibandingkan tahun 2020. *dik

BAGIKAN