Pemulihan Ekonomi Bali Dipengaruhi Persepsi terkait Covid-19

Praktisi ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undiknas University, Dr. Agus Fredy Maradona mengatakan dengan dibukanya pariwisata (khususnya Bali) untuk wisatwan lokal dan domestik jelas akan berkontribusi bagi pemulihan industri pariwisata di Bali dan tentunya perekonomian Bali secara keseluruhan.

Dr. Agus Fredy Maradona

Denpasar (bisnisbali.com) –Praktisi ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undiknas University, Dr. Agus Fredy Maradona mengatakan dengan dibukanya pariwisata (khususnya Bali) untuk wisatwan lokal dan domestik jelas akan berkontribusi bagi pemulihan industri pariwisata di Bali dan tentunya perekonomian Bali secara keseluruhan.

“Namun kita harus siap menerima bahwa pemulihan sektor pariwisata di tahap awal ini tidak akan berlangsung cepat,” katanya di Renon, Selasa (4/8).
Ia menilai lesunya atau bahkan terhentinya aktivitas industri pariwisata Bali disebabkan oleh pandemi. Karenanya, pemulihan sektor pariwisata ini akan sangat tergantung pada penyelesaian pandemi Covid-19 (misalnya sudah siapnya vaksin virus corona). Artinya, meskipun pariwisata sudah dibuka, tetapi apabila masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi bahwa risiko tertular virus corona masih tinggi dan belum ada vaksin yang bisa melindungi mereka, maka dengan sendirinya mereka akan menunda wisata, yang pada akhirnya menyebabkan lambatnya pemulihan sektor pariwisata.

Ia yang juga Wakil Rektor IV ini menyebutkan pembukaan pariwisata secara tidak langsung akan memutar kembali roda prekonomian Bali. Itu berarti aktivitas yang sebelumnya sempat terhenti akan mulai berjalan kembali. Namun di awal-awal pembukaan pariwisata ini kontribusi sektor pariwisata bagi perekonomian Bali tidak akan signifikan. Hal ini dikarenakan pembukaan aktivitas pariwisata tidak dengan serta merta dibarengi dengan arus wisatawan masuk (inbound).
“Bahkan ketika pariwisata sudah dibuka untuk wisatawan mancanegara pun, industri pariwsita akan memerlukan waktu untuk bisa fully recover,” jelasnya.
Agus Fredy Maradona menegaskan, karena pariwisata ini merupakan kebutuhan tersier, maka masyarakat bisa menunda pemenuhan kebutuhan ini. Penentu utama bagi masyarakat untuk mulai memenuhi kebutuhan berwisata ini adalah persepsi mereka mengenai keamanan dari risiko tertular virus corona.

Ia pun meyakini sektor pariwisata Bali akan pulih, bahkan mengalami booming. Hal ini dikarenakan selama masa pandemi Covid-19, masyarakat menahan diri untuk melakukan wisata. Ketika pandemi Covid-19 ini berakhir atau sudah terdapat solusi yang dipercaya oleh masyarakat (misalnya dengan skema vaksin atau skema lain yang reliabel), maka kekhawatiran masyarakat terhadap risiko tertula virus corona tidak lagi tinggi.

“Hasilnya, sangat banyak masyarakat di berbagai negara yang selama ini menahan diri untuk berwisata akan mulai melakukan aktivitas berwisata,” paparnya.
Di sinilah, tegasnya, para pelaku industri pariwisata Bali harus bersiap diri. Persiapan ini berupa, pertama di masa awal pembukaan sektor pariwisata, para pelaku pariwisata turut menciptakan rasa nyaman dan aman bagi wisatawan dalam kaitannya dengan risiko penularan Covid-19 (misalnya ada protokol kesehatan yang ketat). Tujuannya jelas adalah meningkatkan rasa aman masyarakat agar mau mengunjungi tempat wisata.

Kedua, sangat diperlukan inovasi dalam produk jasa wisata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berwisata. Ketiga persiapan yang matang dalam menyambut full recovery pariwisata, khususnya persiapan dalam memanajemeni volume wisatawan yang diekspektasi akan tinggi pascapandemi.*dik

BAGIKAN