Pemulihan Ekonomi 2021, Target Pertumbuhan Nasional 5,0 Persen

Tahun 2021 diperkirakan menjadi tahun pemulihan ekonomi seiring berjalan baiknya penanganan kasus Covid-19.

SANUR - Konferensi pers akhir tahun yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional di Sanur, Denpasar, Senin (28/12) sore.

Denpasar (bisnisbali.com) –Tahun 2021 diperkirakan menjadi tahun pemulihan ekonomi seiring berjalan baiknya penanganan kasus Covid-19. Tahun depan ditargetkan terjadi pertumbuhan ekonomi sekitar 5,0 persen secara nasional. Hal tersebut terungkap pada konferensi pers akhir tahun melalui virtual zoom yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Sanur,  Denpasar, Senin (28/12) sore.

Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Himawan Hariyoga mengatakan, sasaran pembangunan nasional 2021 mencakup dua komponen kunci. Pertama, pemulihan ekonomi dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,0 persen, tingkat pengangguran terbuka 7,7-9,1 persen, rasio gini 0,377–0,379 persen dan penurunan emisi gas rumah kaca menuju target 29,85 persen hingga 30,64 persen pada tahun 2030. Kedua, meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan terjaganya daya beli masyarakat dengan target indeks pembangunan manusia sebesar 72,78–72,95 dan tingkat kemiskinan 9,2–9,7 persen.

“Tahun 2021 memang diperkirakan menjadi tahun awal pemulihan ekonomi yang juga menjadi momentum mendorong reformasi sosial, baik aspek perubahan struktural maupun perubahan kultural, mindset dan paradigma. Salah satu sasaran pembangunan tahun 2021 juga untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan baik dalam jangka menengah maupun panjang yang adaptif di era volatility, uncertainty, complexity and ambiguity, demi menjaga keseimbangan antara kepentingan memajukan ekonomi, usaha produktif dan tetap sehat. “Memasuki 2021 tantangan tetap masih di sekitar pandemi dan ini tentu soal vaksin dalam mencapai herd immunity. Pemerintah berusaha agar vaksin terus bisa dilakukan dengan baik,” ungkapnya.

Terkait telah terjadinya defisit sekitar 5,7 persen, Menteri Suharso menyatakan, dengan mendorong pertumbuhan ekonomi maka dengan sendirinya defisit bisa diturunkan. “Yang penting kita menjaga stok utang agar tidak melebihi,” terangnya. *wid

BAGIKAN