Pemkab Tabanan Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Objek Wisata

Antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan lakukan gerakan spraying disinfektan di objek wisata atau daya tarik wisata (DTW).

I Gede Susila memimpin langsung gerakan spraying disinfektan serentak di Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan lakukan gerakan spraying disinfektan di objek wisata atau daya tarik wisata (DTW). Spraying ini akan dilakukan tiap hari, khususnya di sejumlah titik yang dinilai berpotensi jadi penyebaran virus corona.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, di sela-sela meminpin langsung gerakan spraying disinfektan di DTW Tanah Lot, didampingi  Kadis Pariwisata Kabupaten Tabanan, I Gede Sukanada, Kabag Humas dan  Protokol Setda Kabupaten Tabanan I Ketut Ridia, dan Manajer DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana, mengungkapkan, mulai hari ini serentak melakukan spraying di tempat umum. Di antaranya, terminal, DTW, Sekolah dan BRSU Tabanan untuk mencegah mewabahnya virus corona di Kabupaten Tabanan. Imbuhnya, spraying ini tidak hanya dilakukan hari ini saja, namun akan terus berlanjut mengingat potensi dari penyebaran virus corona terus ada seiring dengan aktivitas atau tingkat keramaian di tempat umum tersebut.

“Mudah-mudahan gerakan spraying ini bisa dilakukan secara mandiri oleh stakeholder terkait, termasuk mandiri menyangkut anggaran untuk kegiatan tersebut,” tuturnya.

Di sisi lain jelas Susila, terkait antisipasi mewabahnya virus corona, Pemkab Tabanan belum ada rencana untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah, meski begitu kebijakan tersebut juga tidak menutup kemungkinan bisa saja dilakukan namun masih melihat kondisi beberapa hari ke depan. Katanya, kalau memang kegiatan belajar mengajar di sekolah ini harus diliburkan untuk menekan mewabahnya virus corona, maka bisa saja akan mengambil kebijakan tersebut.

“Kami akan lakukan evaluasi dulu sesuai arahan Ibu Bupati dengan melihat kondisi di lapangan. Bila hasil evaluasi harus diliburkan, maka kami akan segera meliburkan kegiatan sekolah,” ujarnya.

Sambungnya, termasuk juga apabila diperlukan untuk melakukan penutupan pada objek wisata yang ada di Tabanan. Akuinya, jika memang situasinya darurat, maka penutupan tersebut tidak ada masalah untuk dilakukan. Sebab, terpenting adalah bagaimana untuk menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman virus corona.

Sementra itu, Toya Adnyana mengungkapkan, rencananya untuk mencegah atau mengantisipasi penyebaran virus corona di kawasan DTW Tanah Lot akan melakukan spraying disinfektan tiap pagi hari. Rencananya, bahkan di tiap gate atau pintu masuk ke datangan di DTW akan dilengkapi alat spraying berisi cairan disinfektan.

“Meski begitu kami belum mengitung berapa banyak pastinya jumlah disinfektan yang dibutuhkan. Namun, kami perkirakan bisa mencapai 5-10 liter per hari,” tandasnya.*man

BAGIKAN