Pemkab Tabanan Kesulitan Tangani Dampak Bencana

Titik kerusakan akibat hujan lebat yang terjadi pada Jumat (9/10) dan Sabtu (10/10) lalu di Kabupaten Tabanan terus bertambah.

RAPAT – Rapat Komisi IV DPRD Tabanan bersama BPBD Tabanan, Selasa (13/10) .

Tabanan (bisnisbali.com) –Titik kerusakan akibat hujan lebat yang terjadi pada Jumat (9/10) dan Sabtu (10/10) lalu di Kabupaten Tabanan terus bertambah. Saat ini tercatat 72 titik kerusakan, dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp 7 miliar. Sayangnya, perbaikan kerusakan kemungkinan tak bisa dilakukan tahun ini, lantaran anggaran terbatas.

Demikian terungkap saat rapat Komisi IV DPRD Tabanan bersama BPBD Tabanan, di DPRD Tabanan, Selasa (13/10) kemarin. Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana. Hadir sejumlah anggota Komisi IV yakni I Made Asta Darma, I Made Suarta, Ida Ayu Ketut Candrawati, dan Kepala BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Sucita.

Kepala BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Sucita mengatakan, dari data sementara sudah ada 72 titik bencana tersebar di 9 kecamatan. Menurutnya, jumlah tersebut ada kemungkinan akan bertambah nantinya.

“Terhadap 72 titik bencana tersebut, BPBD bersama Dinas PU sedang memverifikasi laporan untuk menentukan nilai kerusakan. Kemudian akan kita cek kembali supaya valid kerugian kerusakan yang ditimbulkan,” tuturnya.

Kata Sucita, terhadap pendataan 72 titik tersebut untuk anggaran perbaikan sudah pasti tidak bisa dilakukan di tahun ini. Sebab perhitungannya, BPBD Tabanan hanya memiliki sisa anggaran mencapai Rp 250 juta, itu pun akan digunakan untuk membiayai bencana yang terjadi sebelum  9 dan 10 Oktober lalu.

Meski begitu, pihaknya tetap akan mengajukan telaah dan laporan kepada pimpinan daerah, khususnya  terkait dampak kerusakan yang urgent dan segera harus mendapat penanganan.

Selain itu rencananya nanti, BPBD Tabanan juga akan melaporkan kerusakan akibat bencana ini ke Pemerintah Provinsi Bali untuk bisa dibantu dalam hal perbaikan. Sebab biasanya dari provinsi mendapat anggaran perbaikan akibat bencana sekitar Rp 100 juta tiap tahun.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana mengungkapkan, rapat digelar untuk menyatukan persepsi bersama BPBD Tabanan untuk penanganan 72 titik kerusakan akibat hujan lalu. Hanya saja dia mengakui, untuk anggaran perbaikan memang terbatas, sedangkan persoalan penanganan bencana harus membutuhkan dana besar. “Meski begitu kami tetap mendorong dan menyarankan kepada BPBD untuk berdiskusi bersama Bupati, jika mungkin ada program yang belum atau masih tertunda, agar bisa dialihkan ke dalam penanganan kebencanaan,” harapnya.

Mengantisipasi timbulnya bencana di kemudian hari, Wastana meminta BPBD Tabanan harus menyampaikan imbauan sebelum terjadinya perubahan iklim untuk mengajak masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan. Khususnya, terkait penanganan sampah yang dibuang ke sungai. *man

BAGIKAN