Pemkab Gianyar Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Desa Wisata dan Objek Wisata

Pemerintah Kabupaten Gianyar berkomitmen mengembangkan desa wisata dan peningkatan manajemen pengelolaan  objek wisata.

TIRTA EMPUL - Manajemen Objek Wisata Tirta Empul mewajibkan pengunjung menerapkan protokol kesehatan.          

Gianyar (bisnisbali.com) –Pemerintah Kabupaten Gianyar berkomitmen mengembangkan desa wisata dan peningkatan manajemen pengelolaan  objek wisata. Bupati Gianyar Made Mahayastra Kamis (24/9) mengatakan pemasaran desa wisata dan objek daya tarik wisata (ODTW) di Gianyar antara lain menggunakan teknologi informasi (TI).

Bupati Mahayastra menyampaikan Kabupaten Gianyar membangun pariwisata yang inklusif dan berbasis budaya. Ini diwujudkan dengan membangun pondasi pariwisata, dan infrastuktur yang baik. Ia menjelaskan Gianyar sudah dapat mewujudkan pengembangan desa-desa wisata. ” Saat ini telah dikukuhkan 24 desa sebagai desa wisata,” ucapnya.

Pembangunan sektor pariwisata bertujuan mensejahterakan masyarakat desa, dan memajukan usaha kecil dan mikro. Pengembangan sektor juga bertujuan menjaga tradisi dan kearifan lokal desa tersebut dan tentunya untuk menggerakkan sektor perekonomian masyarakat di desa.

Bupati Mahayastra menyampaikan Pemkab Gianyar juga mengeluarkan kebijakan peningkatan kualitas manajemen objek wisata di Kabupaten Gianyar terutama yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar. Ini dengan mengadopsi teknologi informasi. Penerapan sistem baru ini diterapkan di objek wisata Tirta Empul sehingga kini Tirta Empul sebagai salah satu sumber pendapatan tertinggi dari retribusi pariwisata.

Kadis Pariwisata Kabupaten Gianyar A.A. Gde Putrawan mengatakan pemerintah sudah menetapkan di antara desa-desa di Kabupaten Gianyar menjadi desa wisata. Penetapan desa wisata agar masyarakat penetapan desa wisata agar masyarakat dapat mengangkat potensi atau kearifan lokal di masing-masing desa, baik berupa potensi keindahan alam maupun seni budaya.

Ia berharap dengan ditetapkannya sebagai desa wisata, dapat mengangkat potensi lokal untuk dikembangkan sebagai ciri khas desa tersebut. ” Ini bisa menjadi sarana pengembangan usaha ekonomi bersama dalam wadah BUMdes yang secara tidak langsung dapat meningkatkan PAD desa,” tegas A.A. Putrawan.

Pemkab Gianyar sangat mendukung semangat masyarakat untuk memajukan desanya. Pengembangan potensi desa dalam bentuk  desa wisata sangat positif dalam menggerakan perekonomian masyarakat setempat, begitu juga dengan pelestarian seni budaya dan lingkungan.

A.A. Gde Putrawan menambahkan seluruh komponen di desa wisata wajib menata lingkungan desa wisata. Ini termasuk pengembangan  fasilitas penunjang pariwisata menjadi tanggung jawab masyarakat atau pihak lain yang menjadi mitra kerja dalam pengembangan desa wisata dengan dukungan pemerintah daerah. *kup

BAGIKAN