Pemkab Gianyar dan GUPBI Bali Bantu Pemasaran Babi Peternak

Peternak babi di Bali sudah dihadapkan dengan ancaman virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang ternak babi.

PASARKAN BABI - Bupati Gianyar berkoordinasi dengan Ketua GUPBI Bali terkait upaya membantu memasarkan ternak babi sehat di 11 desa di Gianyar yang sebelumnya terkena wabah.

Gianyar (bisnisbali.com)-Peternak babi di Bali sudah dihadapkan dengan ancaman virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang ternak babi. Bupati Gianyar,  Made Mahayastra mengatakan, adanya kematian babi di sentra peternakan babi di Gianyar mendorong Pemkab Gianyar membantu memasarkan babi peternak yang masih sehat.

Pemkab Gianyar sudah membantu peternak mengantisipasi wabah virus penyakit pada ternak babi. Gebrakan pemerintah dengan melakukan identifikasi kepada 11 desa yang terdapat ternak babi yang mati. “Kemungkinan laporan ternak yang mati bisa bertambah ,” ucapnya.

Ia menjelaskan saat penyajaan dan penampahan Galungan  kemarin Pemkab Gianyar sudah mengambil ternak babi yang masih hidup di 11 desa tersebut. ” Pemkab Gianyar selalu berkoordinasi dengan GUPBI Bali guna mengantisipasi virus pada ternak babi di Gianyar, ” ucap Bupati Mahayastra.

Sebelumnya, Pemkab Gianyar sudah mengeluarkan surat edaran terkait  himbauan pemotongan babi. Ini sehubungan lemahnya pemasaran babi akibat isu penyakit babi yang berkembang saat ini. Bupati Gianyar mengarahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membantu membeli babi peternak. Ini dalam rangka menyambut hari raya Galungan dan Kuningan.

Dalam surat edaran tersebut disampaikan juga penyakit babi yang berkembang saat ini tidak menular kepada manusia (tidak zoonosis) sehingga aman untuk dikonsumsi. Ini asalkan daging babi ini berasal dari babi yang sehat dan dimasak dengan matang.

Sementara itu Ketua GUPBI Bali, Ketut Hari Suyasa membenarkan Pemkab Gianyar memastikan sudah memastikan membeli ratusan babi yang masih sehat dari 11 desa yang terserang wabah mati mendadak.

Dikatakannya, GUPBI Bali bersama  jajaran Pemkab Gianyar sudah mendata sekitar 525 babi di 11 desa yang sempat terkena wabah. Ini meliputi Desa Lebih, Abianbase, Keramas, Kemenuh, Pejeng Kangin, Tampaksiring, Sebatu, Keliki, Taro, Melinggih, dan Singakerta. Hari Suyasa menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Gianyar yang telah membantu memasarkan ternak babi sehat di sebelas desa yang sempat terkena wabah. ” Upaya ini semoga mampu menghapus air mata peternak kami,” ucapnya. *kup

BAGIKAN