Pemkab-DPRD Gianyar Bersinergi Susun Rancangan APBD 2021, Bupati Mahayastra : Tercepat dalam Sejarah Gianyar  

BUPATI Gianyar Made Mahayastra menyampaikan pengantar nota keuangan rancangan APBD Kabupaten Gianyar tahun anggaran 2021 melalui sidang paripurna DPRD Gianyar.

KEUANGAN - Bupati Gianyar, Made Mahayastra menyampaikan pengantar nota keuangan rancangan APBD Kabupaten Gianyar tahun anggaran 2021 melalui sidang paripurna DPRD Gianyar.

BUPATI Gianyar Made Mahayastra menyampaikan pengantar nota keuangan rancangan APBD Kabupaten Gianyar tahun anggaran 2021 melalui sidang paripurna DPRD Gianyar. Bupati Gianyar didampingi Wabup Anak Agung Gede Mayun, Sekda Made Gede Wisnu Wijaya, OPD di lingkungan Pemkab Gianyar serta Forkopimda Gianyar, Senin (12/10) kemarin. Seperti tahun sebelumnya, APBD 2021 diharapkan bisa tuntas di akhir tahun, sehingga memasuki Tahun 2021, OPD sudah bisa melaksanakan kegiatan.

Sidang dipimpin Ketua DPRD, Wayan Tagel Winarta didampingi Wakil Ketua Gusti Ngurah Anom Masta, Ida Bagus Gaga Adisaputra serta anggota DPRD Gianyar. Bupati Mahayastra di hadapan sidang menyampaikan dalam APBD 2021 tetap mengacu pada visi misi Kabupaten Gianyar 5 tahun kedepan yaitu, terwujudnya masyarakat Gianyar yang bahagia, sejahtera, aman dan damai, mandiri, berintegrasi berlandaskan Tri Hita Karana melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana.

“Terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang sangat baik dengan DPRD Gianyar, sehingga penyusunan rancangan APBD 2021 bisa kita laksanakan dengan sangat cepat. Ini sejarah tercepat Gianyar dalam menyusun rancangan APBD di saat pandemi, sehingga begitu memasuki tahun 2021 OPD bisa segera mengeksekusi berbagai kegiatan prioritas yang sudah kita susun dalam APBD 2021 ini.  Saya harap kerja sama baik ini terus berlangsung ke depannya,” ucap Bupati Mahayastra.

Bupati Mahayastra menyampaikan, dalam Rancangan APBD Kabupaten Gianyar TA 2021, PAD direncanakan sebesar Rp 2.007 triliun lebih, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp 871.423 miliar lebih, pendapatan Tmtransfer direncanakan Rp 1,080 triliun dan pendapatan daerah yang sah direncanakan Rp 55.316 miliar lebih atau 2,76 persen.

Disebutkan, rencana PAD dalam  rancangan APBD 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 358,829 miliar lebih atau 29,17 persen. Perencanaan ini dibuat dengan mempertimbangkan potensi riil sumber pendapatan, realisasi pada tahun sebelumnya dan tingkat pertumbuhan ekonomi. “Adanya pandemi Covid-19 berdampak pada penerimaan pendapatan asli daerah yang mengandalkan pemasukan dari industri pariwisata, dengan kondisi ini kita menyusun rancangan APBD 2021,” jelas Mahayastra.

Struktur PAD masih didominasi oleh rencana penerimaan dari pajak daerah, dengan tetap mengupayakan intensifikasi penerimaan di luar pajak daerah seperti retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.

Pendapatan transfer dalam Rancangan APBD TA 2021 yang direncanakan sebesar Rp 1,080 triliun lebih, bersumber dari pendapatan transfer pemerintah pusat dan pendapatan transfer antar daerah. Lain–lain pendapatan daerah yang sah dalam Rancangan APBD TA 2021 yang direncanakan sebesar Rp 55,316 miliar lebih, bersumber dari lain-lain pendapatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Belanja daerah dalam Rancangan APBD Kabupaten Gianyar TA 2021, direncanakan sebesar Rp2,297 triliun lebih, yang terdiri dari belanja operasi sebesar Rp 1,611 triliun lebih atau 70,16 persen, belanja modal sebesar Rp 459,390 miliar atau 20,00 persen, Belanja tidak terduga sebesar Rp 700 juta atau 0,03 persen dan belanja transfer sebesar Rp 225,354 miliar atau 9,81 persen.

Belanja operasi terdiri dari belanja pegawai Rp 667,072 miliar lebih atau 41,39 persen, belanja barang dan jasa sebesar Rp 678,305 miliar atau 42,08 persen, belanja bunga sebesar Rp 17,237 miliar atau 1,07 persen, belanja hibah sebesar Rp 229,530 dan belanja bantuan sosial sebesar Rp 19,669 miliar lebih atau 1,22 persen.

Belanja modal terdiri dari belanja modal peralatan dan mesin sebesar Rp 65,590 miliar lebih atau 14,28 persen, belanja modal gedung dan bangunan  Rp 283,552 miliar lebih atau 61,72 persen, belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi sebesar Rp 110,235 miliar lebih atau 23,99 persen dan belanja modal aset tetap lainnya Rp 12 juta.

Belanja yidak terduga direncanakan Rp 700 juta. Belanja transfer terdiri dari belanja bagi hasil Rp 53,521 miliar atau 23,75 persen dan belanja bantuan keuangan sebesar Rp 171,833 miliar atau 76,25 persen. Pengeluaran pembiayaan dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2021, direncanakan sebesar Rp 120,500 miliar.

Setelah rapat paripurna penyampaian pengantar Rancangan APBD 2021 ini, direncanakan akan disusul dengan penyampaian pandangan fraksi terhadap Rancangan APBD 2021 Kabupaten Gianyar ini pada Rabu 14 Oktober. Rapat paripurna jawaban bupati terhadap pandangan fraksi pada Jumat 16 Oktober, dan rapat paripurna penetapan APBD induk TA 2021 Senin 19 Oktober.

Usai sidang, Bupati Mahayastra menjelaskan dalam kondisi saat ini pembangunan yang diprioritaskan adalah membangun rumah sakit, pasar dan infrastruktur jalan termasuk perbaikan. “Ini karena pandemi maka semuanya mundur. Namun bersyukur masih bisa selesaikan program prioritas seperti pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat,” jelas Mahayastra.

Dikatakannya, bila tidak ada pandemi Covid-19, maka di tahun 2022 Pemkab Gianyar sudah mulai membangun Puspem. “Rencananya di tahun 2022 sudah mulai membangun puspem.  Diawali dengan pembebasan lahan, namun hal ini kita undur.  Yang jelas program pokok untuk kesejahteraan masyarakat masih tercover,” tutup Mahayastra.  *adv

BAGIKAN