Pemkab Badung Ngaturang Bhakti Penganyaran di Pura Batukau Tabanan

Serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi, Mesaba Agung, Mapaselang, dan Pujawali Agung di Pura Sad Kahyangan Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan,

PENGANYAR - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup I Ketut Suiasa melaksanakan bhakti penganyaran di Pura Sad Kahyangan Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Selasa (3/3) kemarin.

Tabanan (bisnisbali.com) –Serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi, Mesaba Agung, Mapaselang, dan Pujawali Agung di Pura Sad Kahyangan Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Pemerintah Kabupaten Badung ngaturang bhakti penganyaran, Selasa (3/3). Rombongan Bakti penganyar Pemkab Badung dipimpin langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta beserta istri, Wabup I Ketut Suiasa beserta istri, jajaran DPRD, organisasi perangkat daerah dan TP PKK kabupaten Badung.

Tampak semua prosesi upacara bakti penganyaran yang dilaksanakan oleh rombongan Pemkab Badung berjalan dengan khidmat, mulai dari pementasan tari wali topeng sidakarya, rejang sari yang dibawakan oleh Ny. Seniasih Giri Prasta beserta tim TP PKK Kabupaten Badung, maupun puncak prosesi upacara penganyaran yang dipuput oleh yajamana karya Ida Pedanda Griya Sandan dan Ida Kubayan Lingsir sebagai pengrajeg karya berlangsung dengan lancar dan khusuk.

Bupati Giri Prasta menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat Tabanan yang sudah dengan tulus ikhlas menggelar upacara Pengurip Bumi di Pura Batukau, yang memiliki tujuan sangat mulia untuk nunas kerahajengan dan kerahayuan alam semesta. “Pelaksanaan karya Pengurip Bumi tidak hanya untuk mendoakan jagat Tabanan, dan Bali semata tetapi juga untuk mendoakan NKRI agar selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menambahkan, pelaksanaan upacara penganyaran oleh Pemkab Badung sebagai wujud bakti ke hadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa dengan menghaturkan persembahan yang dilandasi dengan hati suci, yang merupakan kewajiban dalam hidup manusia. “Kami harapkan dengan melaksanakan upacara bakti nganyarin secara tulus ikhlas, dapat mewujudkan kedamaian di dunia. Semoga kita semua dianugerahi kesehatan dan kelimpahan rezeki oleh Ida Betara yang melinggih di Pura Luhur Batukau,” tambahnya.

Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung I Gde Eka Sudarwitha yang ditemui di sela-sela ngaturang penganyaran mengatakan, serangkaian upacara bakti penganyaran di Pura Batukau, jajaran Pemkab Badung telah mempersiapkan seluruh sarana upacara penganyar dari Badung. Tidak hanya banten upakara (bebangkit, pulagembal dan caru ayam siki), tapi termasuk juga tari wali dan sekeha gong.

Sementara itu Ketua Harian Karya Pura Batukau I Wayan Arya, mengatakan Karya Agung Pangurip Gumi ini berlangsung selama 4 bulan sejak 11 November 2019 hingga berakhir 2 April 2020. “Sebenarnya puncak pujawali di Pura Batukau pada hari Umanis Galungan (20/2) yang lalu. Namun Pemkab Badung mendapat giliran nganyaran pada Selasa (3/3), pelaksanaan Karya Agung Pangurip Gumi ini  dilaksanakan berdasarkan pawisik Ida Bathara yang berstana di Pura Batukau,” ujarnya.

Pada Upacara Nganyarin tersebut Pemkab Badung menghaturkan Punia sebesar Rp300 juta yang diserahkan langsung oleh Bupati Giri Prasta kepada I Wayan Arya selaku ketua harian Karya Agung Pengurip Bumi. *adv

BAGIKAN