Pemilik Cadangan Tabungan Bertahan Hadapi Resesi Ekonomi, PNS, TNI/Polri Aman

Resesi ekonomi di Indonesia maupun resesi ekonomi global sulit dihindarkan akibat pandemi Covid-19.

Denpasar (bisnisbali.com)-Resesi ekonomi di Indonesia maupun resesi ekonomi global sulit dihindarkan akibat pandemi Covid-19. Dewan Pembina Apindo Bali, Panudiana Kuhn, Jumat (2/10) mengatakan masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah bisa memanfaatkan tabungan untuk bisa bertahan di masa resesi ekonomi.

Diungkapkannya, Indonesia memang harus bersiap menghadapi resesi ekonomi. Ini dikarenakan negara lain sudah terlebih menghadapinya.
Ia menjelaskan Covid-19 memberikan dampak signifikan pada  semua sektor usaha. Ini juga turut mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan keuangan.
Kuhn memaparkan saat pandemi masyarakat melakukan langkah-langkah kecil secara finansial untuk menghadapi pandemi Covid-19. Yakni, salah satunya masyarakat maupun sektor usaha mulai menghemat pemanfaatan dana.
Ini termasuk mengatur pemanfaatan dana tabungan sehingga mampu bertahan menghadapi resesi ekonomi ke depan. “Masyarakat termasuk pelaku sektor usaha harus mulai mengelola tabungan secara bijak,” ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III-2020. Terlihat  realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen.

Indonesia kemungkinan sulit keluar dari resesi ketika negera lain juga sedang menghadapi resesi ekonomi. ” Sekarang belum bisa keluar dari resesi ,” jelasnya.
Panudiana Kuhn menambahkan sekarang ada tiga group mulai PNS atau ASN, TNI dan Polri masih punya uang karena digaji oleh negara. Pemerintah masih mempunyai cadangan anggaran, pengusaha dan masyarakat masih mempunyai tabungan untuk bertahan dalam masa resesi ekonomi. ” Yang masih memiliki cadangan tabungan akan mampu melewati masa resesi ekonomi dengan aman ,” tambahnya. *kup

BAGIKAN