Pemerintah Mesti Beri Kemudahan Visa untuk  ’’Buyer’’ Kerajinan

Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Bali, Ketut Dharma Siadja Minggu (13/9) mengatakan pemerintah mesti memberikan kemudahan visa untuk  buyer bisnis yang ingin berkunjung dan melihat produk ekspor di Bali dan di Gianyar secara langsung.

Gianyar (bisnisbali.com) –Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Bali, Ketut Dharma Siadja Minggu (13/9) mengatakan pemerintah mesti memberikan kemudahan visa untuk  buyer bisnis yang ingin berkunjung dan melihat produk ekspor di Bali dan di Gianyar secara langsung.

Diungkapkannya, pelaku bisnis atau buyer di negara pasar ekspor Bali memiliki tiga karakter.  Pertama saat pandemi Covid-19 tipe buyer pertama ini cukup dikirimkan desain atau gambar sudah tertarik membeli produk ekspor dari Bali. Dharma Siadja menjelaskan pelaku UMK di Bali dan Gianyar khususnya sudah sangat kreatif dan inovatif membuat desain produk kerajinan termasuk produk tekstil. Produk yang ditawarkan ke “buyer” sudah mampu ditampilkan dalam gambar yang unik.

Dipaparkannya, tipe “buyer” kedua perlu dikirimkan sempel produk yang akan ditawarkan di pasar ekspor. Dengan mendapatkan sampel, buyer bisa memesan produk ekspor dari Bali dari negara pasar.  Menurutnya tipe buyer pertama dan buyer kedua mudah dilayani di masa pandemi Covid-19. Ini bisa dilakukan dengan cukup mengirim gambar dan sampel buyer sudah bisa memesan produk UKM dari Bali.

Dharma Siadja melihat tipe buyer ketiga suka melihat sentra produksi kerajinan di Bali sekalian berlibur di Bali. Tipe buyer ketiga perlu mendapatkan kemudahan visa dalam pandemi Covid-19. Kedatangan buyer ini ke Bali akan menggerakan ekonomi di Bali. Kemudahan visa ini akan memudahkan tamu atau buyer bisnis bisa datang langsung ke Bali. “Setelah hunting di Kuta, mereka bisa melihat produksi kerajinan secara langsung,”  jelasnya.

Ketut Dharma Siadja menambahkan pemerintah diharapkan bisa cepat menangani pandemi Covid-19. Ini termasuk di negara pasar juga bisa segera terbebas dari Covid-19. “Kami harapkan setelah pandemi Covid-19 berlalu, kegiatan ekspor bisa  pulih lagi dan bisa memberikan banyak pekerjaan kepada para perajin dan UKM,” tambahnya. *kup

BAGIKAN