Pemenuhan Gizi Jadi Prioritas TP PKK Provinsi Bali  

Pembangunan kesehatan menjadi investasi utama untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia khususnya Bali. Ny. Putri Suastini Koster selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali

Singaraja (bisnisbali.com) –Pembangunan kesehatan menjadi investasi utama untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia khususnya Bali. Ny. Putri Suastini Koster selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali mengatakan pemenuhan gizi untuk menciptakan generasi yang sehat di masa depan menjadi salah satu prioritas dalam program tim penggerak PKK yang harus diwujudkan.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri gebyar pemantauan pertumbuhan dan perkembangan serta pemberian vitamin A, di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Selasa (25/2).

Kesehatan menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, terutama pengentasan gizi buruk (stunting) dan mensosialisasikan bahaya narkotika bagi generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.

Pemberian vitamin A ini dilakukan serentak di seluruh Bali, namun Ny. Putri Koster berfokus pada Gebyar Integrasi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan serta pemberian vitamin A di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Melalui gebyar terintegrasi antara TP PKK dengan Dinas Kesehatan maka tujuan  untuk mewujudkan generasi unggul Krama Bali sehat dapat tercapai secara teratur.

“Terbukti di desa Galungan saat ini hanya terdapat tiga warga dalam kondisi stunting. Jumlah ini tercatat menurun jika dibandingkan tahun lalu yakni 14 orang penderita stunting,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ny. Putri Suastini Koster mengatakan, menjaga kesehatan untuk anak – anak itu sangat penting karena kebanyakan orangtua saat ini kurang memperhatikan tumbuh kembang anak-anak, terlebih pola makanan yang dikonsumsinya selama berada di luar rumah. Pemerintah akan tetap mensuplay vitamin A kepada masyarakat umum melalui posyandu karena vitamin ini memang tergolong sulit didapatkan oleh anak-anak yang tidak menyukai nabati (sayur-mayur) dan hewani.

Setiap desa memiliki catatan jumlah warga dengan batita dan balita, sehingga pada saat bulan vitamin A (Februari dan Agustus) yang tidak datang akan dijemput bola oleh petugas posyandu yang ada di desa atau banjar bersangkutan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya menambahkan bahwa stok vitamin A untuk tahun ini masih cukup, dan Dinas Kesehatan memiliki sekitar 350.000 dipersiapkan bagi batita, balita yang berusia 1-5 tahun seluruh Bali untuk tahun ini.

Sementara Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra mengajak seluruh kader TP PKK untuk mendukung program Pemerintah khususnya mengentaskan angka stunting. Pihaknya meminta kepada ibu-ibu rumah tangga untuk menanam sayur-sayuran dirangkai dalam HATINYA PKK, sehingga mempermudah mereka untuk memetik sebelum diolah, dengan tujuan memberikan asupan makanan bergizi dan pemenuhan gizi bagi putra-putri mereka.

Vitamin A ada dua  jenis yakni kapsul biru mengandung 100.000 intel unit untuk bayi umur 6 hingga 11 bulan, dan kapsul merah yang mengandung 200.000 intel unit untuk balita 12-59 bulan. *adv

BAGIKAN