Pemenang Pilkada Diharapkan Mampu Geliatkan Ekonomi

Perhelatan pilkada serentak pada 9 Desember 2020 hanyalah pergantian kepemimpinan.

PERTANIAN - Seorang petani tengah memanen padi. Pemimpin yang terpilih dalam pilkada diharapkan mampu lebih serius menggarap sektor pertanian. (foto/eka adhiyasa)

Denpasar (bisnisbali.com) – Perhelatan pilkada serentak pada 9 Desember 2020 hanyalah pergantian kepemimpinan. Sekarang tinggal bagaimana melihat dari rekam jejak para pemenang hasil pilkada, apakah selama ini mereka care terhadap perekonomian.

“Tentu kita berharap pemimpin yang terpilih memiliki terobosan untuk membuat kebijakan yang langsung berdampak terhadap menggeliatnya ekonomi di daerahnya. Utamanya setelah diterjang pandemi Covid-19,” kata praktisi ekonomi dari STIE BIITM Sahid, Dr. Luh Kadek Budi Martini, S.E., M.M. di Sanur, Kamis (10/12).

Kebijakan seperti pemberian stimulus kepada sektor-sektor yang masih bisa berjalan dengan cukup baik selama pandemi, seperti kuliner, ekonomi kreatif yang berbasis digital, diharapkan muncul. Termasuk juga harus menggarap sektor pertanian yang selama ini ditinggalkan oleh banyak pimpinan daerah.

Budi Martini mengatakan semasa pandemi, sektor UMKM yang paling banyak terimbas, terutama usaha yang ada hubungan langsung maupun tak langsung dengan industri pariwisata, seperti kerajinan tangan, fashion, warung-warung kecil yang ada di seputaran destinasi wisata dan yang lainnya. “Jika sektor ini bisa bergerak, maka paling tidak penggangguran akan bisa berkurang. Selain itu dapat menjadi katup penyelamat ekonomi secara lebih luas,” ucapnya.

Caranya bagaimana? Budi Martini menjelaskan, ini dapat dilakukan dengan membuka keran pariwisata untuk wisatawan domestik, karena wisatawan mancanegara belum bisa datang akibat belum ada penerbangan ke Bali.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pilkada yang baru selesai tentu patut disyukuri, karena telah berlangsung cukup lancar. Memang ada beberapa kejutan, hasil sementara incumbent kalah di Karangasem sama di Jembrana.”Tapi kembali itu pilihan terbaik masyarakat,” imbuhnya.

Mengenai prospek ekonomi, tampaknya masih belum cukup menggembirakan akibat pandemi yang sudah lebih 10 bukan memporak porandakan perekonomian. Bali termasuk yang paling parah, sebab andalannya di sektor tersier yaitu pariwisata, salah satu sektor yang terdampak sangat besar akibat pandemi ini.*dik

BAGIKAN