Pembukaan Sidang Paripurna DPRD Denpasar, Pemkot Usulkan Ranperda APBD 2021 dan Ranperda Penyertaan Modal Daerah

PEMBUKAAN sidang paripurna ke-20 masa persidangan III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar digelar secara virtual pada Rabu (18/11).

SIDANG PARIPURNA - Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya saat mengikuti pembukaan sidang paripurna DPRD Denpasar secara virtual dari Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar, Rabu (18/11)

PEMBUKAAN sidang paripurna ke-20 masa persidangan III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar digelar secara virtual pada Rabu (18/11). Sidang yang mengagendakan penyampaian usulan Ranperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 dan Ranperda Penyertaan Modal Daerah Pada Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira.

Sementara, Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Pj. Sekda, I Made Toya mengikuti sidang paripurna secara virtual dari Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar. Selain itu, tampak hadir pula Wakil Ketua DPRD Kota, I Made Mulyawan Arya dan A.A. Ketut Asmara Putra. Hadir pula jajaran pimpinan OPD dan Forkopimda Kota Denpasar.

Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam pidato pengantarnya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada pimpinan dan anggota dewan atas kerja samanya yang telah merampungkan tahapan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (KUA) Kota Denpasar Tahun Anggaran 2021 serta Prioritas Dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Denpasar Tahun Anggaran 2021.

Lebih lanjut dijelaskan, setiap tahun, pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri menerbitkan pedoman penyusunan APBD yang merupakan petunjuk dan arahan bagi pemerintah daerah dalam penyusunan, pembahasan dan penetapan APBD. Dalam pedoman dimaksud antara lain diatur mengenai sinkronisasi kebijakan pemerintah daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.

Mengacu pada kebijakan tersebut, maka pendapatan daerah Kota Denpasar tahun anggaran 2021 mengalami perubahan struktur, seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2020. Pendapatan daerah dirancang sebesar Rp 1,61 triliun lebih yang terdiri atas PAD dirancang sebesar Rp 657,06 miliar lebih, pendapatan transfer sebesar Rp 895,09 miliar lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah dirancang sebesar Rp 61,43 miliar lebih.

Untuk struktur belanja dalam Rancangan APBD tahun anggaran 2021 pun turut mengalami perubahan dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga belanja daerah tahun anggaran 2021 dirancang sebesar Rp 1,71 triliun lebih. Rinciannya, belanja operasi dirancang sebesar Rp 1,50 triliun lebih, belanja modal Rp 32,01 miliar lebih, belanja tidak terduga dirancang sebesar Rp 12,64 miliar lebih, dan belanja transfer sebesar Rp 161,47 miliar lebih.

“Berdasarkan target pendapatan daerah dan belanja yang telah kami uraikan tersebut di atas maka dalam Rancangan APBD tahun anggaran 2021 terjadi defisit sebesar Rp 100 miliar. Rencana defisit ini akan ditutupi dari penerimaan pembiayaan daerah yang bersumber dari perkiraan silpa tahun 2020 sebesar Rp 100 miliar,” ujar Rai Mantra.

Terkait Penyertaan Modal Daerah Kota Denpasar pada Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma, Rai Mantra menjelaskan, dalam rangka mewujudkan tujuan serta kebijakan peningkatan daya saing dan kreativitas pelaku usaha, termasuk pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah salah satunya dapat dilaksanakan dengan kebijakan stimulus berupa penyertaan modal daerah pada Badan Usaha Milik Daerah yang bidang usahanya merupakan bidang usaha pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di Kota Denpasar. Pemkot Denpasar memandang perlu melakukan penyertaan modal daerah pada Perumda tersebut yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah Kota Denpasar.

Penyertaan modal merupakan bagian dari investasi jangka panjang daerah dalam suatu perumda yang tujuan utamanya untuk melaksanakan pembangunan di Daerah yang merata dan berkeadilan sosial. Diharapkan dengan penyertaan modal ini dapat memberi manfaat bagi perkembangan ekonomi di daerah, menyelenggarakan kemanfaatan umum, termasuk menyediakan barang dan jasa untuk kepentingan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat, serta memperoleh laba/keuntungan.

“Tentu dari usulan Ranperda APBD 2021 dan Ranperda Penyertaan Modal Daerah Pada Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma ini kami mengucapkan selamat bermusyawarah serta berharap hasil yang terbaik dalam mendukung suksesnya pembangunan Kota Denpasar di segala lini guna mencapai peningkatan taraf hidup masyarakat menuju kesejahteraan rakyat, utamanya dalam mendukung percepatan penanganan dan pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini,” jelas Rai Mantra. *adv

BAGIKAN