Pembukaan Pariwisata Tunggu Keputusan Pusat

Kasus positif Covid-19 yang di Bali kini sudah mulai melandai pada angka 2 gigit, diharapkan tidak lagi mengalami lonjakan, terlebih pascalibur Lebaran ini.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kasus positif Covid-19 yang di Bali kini sudah mulai melandai pada angka 2 gigit, diharapkan tidak lagi mengalami lonjakan, terlebih pascalibur Lebaran ini. Meski demikian wacana pembukaan parwisata Bali untuk internasional  tetap menunggu keputusan pusat.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa saat dikonfirmasi, Senin (17/5) kemarin mengatakan, sektor pariwisata Bali tentunya ingin kasus covid-19 cepat melandai bahkan berakhir. Pihaknya mengaku antusias karena pencapaian akhir-akhir ini di Bali kasus sudah mulai menurun. Namun saat disinggung terkait kekhawatiran adanya lonjakan kasus pascalibur Lebaran ini, Putu Astawa mengatakan, dengan adanya pengawasan di pintu-pintu masuk, pihaknya berharap kasus positif Covid-19 bisa ditekan.

Menurutnya, pemerintah sudah berupaya melakukan antisipasi yang cukup ketat. “Kami yakin apa yang dilakukan pemerintah sudah tepat. Kasus saat ini sudah mulai melandai,” terangnya.

Disinggung soal wacana dibukanya parwisata bali Juni atau Juli mendatang khususnya untuk internasional, Astawa mengatakan, hal tersebut bergantung dari kebijakan pusat. Namun saat ini, pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai upaya, seperti penerapan protokol kesehatan dengan pemberian sertifikat CHSE pada hotel, restoran serta objek wisata yang ke depan akan terus dikembangkan. Disamping itu usaha lain juga dilakukan di antaranya, pembentukan zona hijau, vaksinasi, berbagai aturan Surat Edaran ataupu Pergub yang turut mendukung hingga simulasi di Bandara.

“Langkah-langkah itu dalam rangka mempersiapkan jika sudah dibuka nantinya serta membangun kepecaraan terhadap manajemen yang dilakukan sudah benar. Lebih lanjut kita menunggu kajian lebih detail dari Menlu, Menkuham, Kemenpar, Kemenkes di pusat,” terangnya.

Pihaknya berharap Bali bisa diuji coba untuk dibuka dengan negara-negara yang memiliki risiko rendah. Jika penanganan kasus Covid-19 di Bali sudah menurun, dia mengatakan tidak perlu menunggu daerah lain, untuk dibukanya pariwisata Bali.  *wid

BAGIKAN