Pembukaan Pariwisata Bali untuk Internasional Diharapkan ’’Ontime”

Rencana pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman) diharapkan bisa ontime pada Juni-Juli 2021 mendatang.

ONTIME - Rencana pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan internasional diharapkan bisa ontime pada Juni-Juli 2021 mendatang.

Denpasar (bisnisbali.com) –Rencana pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman) diharapkan bisa ontime pada Juni-Juli 2021 mendatang. Tidak hanya itu, pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) ketat pun diharapkan tetap dilaksanakan.

Harapan ini disampaikan Pelaku pariwisata yang tergabung dalam Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali di Denpasar, Kamis (20/5) kemarin. “Pembukaan pariwisata Bali kita harapkan tidak mundur lagi atau bisa ontime,” kata IB Agung Partha Adnyana yang kembali terpilih sebagia Ketua GIPI Bali 2021/2026, di sela-sela Konvensi III GIPI Bali.

Untuk jangka pendek ini, pihaknya sedang mempersiapkan beberapa rencana, salah satunya persiapan pembukaan pariwisata untuk wisman dengan kisi-kisi yang harus disiapkan. Harapannya pembukaan Bali dalam waktu dekat ini bisa dengan baik.

Sementara jangka panjang sebagai partner pemerintah, GIPI berkeinginan pariwisata ke depannya yang berkualitas dan berbudaya. Pihaknya menyampaikan, bila pariwisata dibuka maka harus dengan penerapan prokes ketat. Satu contoh yang diterapkan saat ini wajib PCR maka tetap diterapkan di airport sambil menunggu hasilnya. “Jika positif dibawa ke rumah sakit rujukan, jika tidak tetap dibawa ke karantina selam 5 hari,” ujarnya.

Ia pun menegaskan, proses filter harus dilakukan di airport. Di tempat ini semua prosedur harus beres dengan hasil wisman terkena atau tidak Covid-19. Harapannya akan memberikan konfiden bagi pelaku pariwisata. ”Intinya masalah kesehatan harus diutamakan dan dibereskan terlebih dahulu sehingga kenyamanan pun akan dirasakan,” terangnya.

Pihaknya pun menyebutkan terkait hotel mengacu pada green zone dan penentuan tergantung dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara. Saat ini ada 19 hotel dan plus satu hotel di airport Bali yang berpeluang yang bisa digunakan. Hotel yang ditunjuk sesuai wewenang KKP berkaitan karantina. “Negara yang potensial masih dari Eropa timur maupun Amerika,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Konvensi III GIPI Bali, Nyoman Nuarta pada kesempatan tersebut menyampaikan konvensi telah berjalan dengan lancar. Ini merupakan sejarah bagi GIPI Bali di tengah pandemi mampu menggelar konvensi kendati sederhana namun tidak mengurangi marwah keorganisasian. “Ada 10 stakeholder yang hadir dan secara aklamasi tanpa catatan dan terpilih IB Agung Partha Adnyana sebagai Ketua GIPI Bali/Bali Tourism Board 2021/2016,” paparnya.

Diakui ketua terpilih memiliki pekerjaan rumah yang cukup berat mengingat di tengah kondisi Covid-19. Kendati demikian anggota tetap mendorong GIPI mampu tumbuh lebih baik ke depannya. *dik

BAGIKAN