Pembukaan Pariwisata Bali Targetkan Empat  Negara

Bali menempati posisi tertinggi dengan 96 persen tingkat kepatuhan untuk memakai masker.

I Made Ramia Adnyana

Mangupura (bisnisbali.com) – Bali menempati posisi tertinggi dengan 96 persen tingkat kepatuhan untuk memakai masker. Oleh karenanya dengan penerapan protokol kesehatan ketat maka peluang dibukanya pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman) tetap besar pada Juli mendatang.

“Terutama melalui Travel Covid Agreement (TCA) dengan target 4 negara yaitu Singapura, Belanda, Middle East dan Korea,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bali Bidang Akomodasi dan Pengembangan Pariwisata, Dr. (C) I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA. di Kuta, Minggu (23/4).

Ia menilai untuk mewujudkan hal tersebut tentu pekerjaaan rumah (PR) terbesarnya adalah membangun kepercayaan (trust) kepada negara negara asal wisatawan untuk datang ke Indonesia. Peningkatan kepatuhan 5M seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. Kemudian, peningkatan cakupan 3T (Testing, Tracing dan Treatment) dan percepatan peningkatan cakupan vaksinasi Covid-19.

Ia meyakini hingga Mei 2021 total vaksin yang telah terlaksana hampir menyentuh 1,7 juta orang. Itu berarti target vaksin sudah hanpir mendekati 50 persen jumlah penduduk Bali. Selain itu zona hijau mestinya diperluas ke wilayah Tuban, Kuta, Legian dan Seminyak bukan hanya 3 destinasi  saja.

Bagaimana kepatuhan masyarakat dalam upaya mendukung rencana pembukaan pariwisata Bali? Ia menilai sesuai hasil research terkait kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) menyebutkan Bali menempati posisi tertinggi dengan 96 persen tingkat kepatuhan untuk memakai masker.

Wakil Ketua PHRI dan BPPD Badung ini pun mengatakan sebagai praktisi pariwisata pihaknya masih sangat optimis bahwa pariwisata akan bangkit segera. Terutama di awal Juni akan diselenggarakan Munas VIII Kadin Indonesia yang akan dihadiri oleh perwakilan Kadin dari seluruh Indonesia. “Tentu ini akan menjadi titik balik bangkitnya pariwisata Bali dan bangkitnya ekonomi Bali,” terangnya.

Terkait ketegasan Satgas Covid-19 dan polisi, sudah dilakukan dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan tingginya hasil survei tingkat kepatuhan masyarakat Bali untuk memakai masker. Namun memang ada beberapa anggota masyarakat yang masih harus diingatkan kadang kadang dan juga wisatawan yang ngeyel tidak mau pakai masker. Tapi dengan ketegasan yang telah diambil oleh Gubernur Bali akan memberi efek jera bagi wisatawan yang tidak memakai masker.

Ia mengimbau pihak Kemenpar dan pihak terkait sebagai pemangku kebijakan agar membuat metrik suatu destinasi dinyatakan zona hijau atau suatu destinasi siap dibuka untuk border internasional. “Sebab Bali selalu dibandingkan dengan destinasi lain yang dinyatakan lebih siap namun tolak ukurnya kurang jelas,” paparnya.

Bali sebagai destinasi international dengan kesiapan sertifikasi CHSE untuk produk produk pariwisata dan progress vaksin yang sudah hampir mencapai 2 juta jiwa tentu ini menunjukkan bahwa Bali sudah sangat siap untuk di buka. “Mari kita review sama-sama agar semua menjadi jelas dan terjawab semua kesimpang siuran informasi selama ini yang menyatakan Bali tidak siap atau belum siap,” ungkapnya. *dik

BAGIKAN