Pembuatan KIA Minim, Disdukcapil Klungkung Kerja Sama Pengusaha

Sejak diluncurkan setahun lalu tepatnya 20 Januari 2019, program Kartu Identitas Anak (KIA) belum banyak diminati masyarakat di Klungkung.

KIA - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyerahkan KIA kepada perwakilan anak ketika launching pada tahun lalu.

Semarapura (bisnisbali.com) –Sejak diluncurkan setahun lalu tepatnya 20 Januari 2019, program Kartu Identitas Anak (KIA) belum banyak diminati masyarakat di Klungkung. Berdasarkan data di Disdukcapil Kabupaten Klungkung, selama tahun 2019 rata-rata terdapat belasan warga yang mengurus KIA tiap hari.

Menyikapi kondisi tersebut, Disdukcapil Klungkung mengeluarkan program Kumara (diskon untuk pemegang Kartu Identitas Anak). Kepala Disdukcapil Klungkung,  I Komang Dharma Suyasa  menjelaskan, program ini mulai diterapkan sejak awal tahun ini. “Tahun lalu, sehari rata-rata hanya belasan warga yang urus KIA. Jadi antusias warga masih tergolong rendah. Kami memperkirakan belum banyak warga yang tau KIA,” ujar Dharma Suyasa.

Kondisi itu membuat Disdukcapil mencari solusi untuk merangsang para orang tua guna membuat KIA untuk anaknya, yakni dengan membuat program Kumara tersebut. Pihak Disdukcapil pun berperan aktif menghubungi pihak swasta, terutama beberapa usaha franchise yang mulai menjamur di wilayah Klungkung. Program ini diawali dengan MoU antara Bupati dan pihak perusahaan. Lalu Disdukcapil menindaklanjuti dengan melakukan perjanjian kerja sama dengan pengusaha. “Beberapa franchise ternyata tertarik untuk bekerja sama. Jadi sistemnya, dengan menunjukkan KIA beserta orangnya, yang bersangkutan akan mendapatkan diskon saat berbelanja di franchise makanan atau minuman yang telah bekerja sama,” jelasnya.

Ditambahkannya, besaran diskon bervariasi, dan tidak terbatas waktu dan jumlah. Bahkan kerja sama berkembang tidak hanya pada usaha makanan dan minuman, namun juga potongan harga saat mendaftar bimbel atau bermain ke wahana permainan air yang ada di Klungkung. “Kalau franchise makanan/minuman biasanya mendapat diskon 5 persen. Tapi untuk mendaftar bimbel diskonnya sampai 10 persen. Ternyata ini efektif untuk meningkatkan minat warga urus KIA,” imbuh Dharma Suyasa.

Alhasil, program ini mampu meningkatkan minat masyarakat untuk mencarikan KIA bagi anaknya. Belakangan tercatat rata-rata 50 orang per hari.

Dharma Suyasa, menjelaskan program ini dijalankan tanpa menggunakan APBD. Sistemnya sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. Pemkab Klungkung merasa terbantu, karena swasta atau pengusaha rela memberikan diskon guna menarik minat masyarakat untuk mengurus KIA. Sementara pihak pengusaha mendapatkan timbal balik, yakni produk dan perusahaannya dipromosikan oleh Disdukcapil melalui media sosial dan leaflet. *dar

BAGIKAN