Pembenahan Sektor Pariwisata

PARIWISATA adalah sektor lumpuh selama pandemi Covid-19.

PARIWISATA adalah sektor lumpuh selama pandemi Covid-19. Mulai dari bagian akomodasi dan destinasi wisata perlahan mengalami kemunduran bahkan sampai tutup. Menindaklanjuti hal ini, pembenahan seluruh aspek kepariwisataan dapat dilakukan sembari menunggu adanya titik terang bagi kejayaan pariwisata.

CEO Pramana Experience, I Nyoman Sudirga Yusa mengatakan, sejak bergerak dalam bidang hotel management dari 2013, tujuan utamanya adalah membantu bisnis hospitality dan mengoptimalkan bisnisnya. Dengan adanya pandemi, harus dikerahkan upaya yang lebih keras dalam mencapi tujuan utamanya. Yang harus dilakukan adalah intropeksi untuk mengembangkan pariwisata agar selalu siap kapan pun.

“Saya yakin pariwisata akan kembali pulih. Tapi mungkin recoverynya agak lama dan harus diusahakan oleh semua pihak. Kita memiliki banyak waktu yang bisa dimanfaatkan untuk memantau bagaimana pariwisata ke depannya mampu menggaet wisatawan datang tanpa kekhawatiran. Branding Bali sudah tidak perlu diragukan, sekarang yang perlu dilakukan menjaga branding tersebut, bahkan mengembangkannya menjadi lebih baik lagi,” ujar Sudirga Yusa.

Strategi yang diusung adalah menciptakan sebuah persepsi. Dalam hal ini persepsi positif wisatawan mancanegara tentang Bali yang sudah aman. Wisatanya pun tidak boleh tertinggal, harus selalu ada suguhan yang baru. Dengan didukung pemandangan alami yang diciptakan Tuhan, corak budayanya yang kental dan keramahan orang Bali yang dikagumi. Pariwisata memiliki dasar untuk bertahan.

“Walaupun kesulitan yang dihadapi sangat terasa, kita harus tetap bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk menyadari bahwa ada persiapan yang terbengkalai selama ini. Seluruh pihak terlena dengan lonjakan ekonomi di bidang pariwisata, sampai tidak memiliki bekal sampingan kalau terjadi sesuatu yang memojokan pariwisata seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Sejauh ini kerja sama yang dijalin kurang lebih dengan 50 klien dengan memiliki pegawai keseluruhan mencapai 750 orang. Dalam situasi seperti ini, seluruh pegawai diimbau untuk memiliki kreativitas diluar bidang pariwisata yang telah ditekuni selama ini. Hal ini sebagai bentuk antisipasi dan pertahanan diri. Dengan membuka usaha-usaha kecil yang dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Dalam kondisi seperti sekarang, saya ingin menyampaikan kepada rekan-rekan yang bekerja di bidang hospitality agar tetap semangat dan jangan pantang menyerah. Yakinlah situasi ini akan segera berakhir. Kita harus berusaha merealisasikan sesuatu demi kebangkitan pariwisata, bukan hanya sekedar wacana. Jangan berdiam diri, lakukan sesuatu,” tutupnya. *git

BAGIKAN