Pembelian Pupuk Subsidi, Tabanan Segera Terapkan  Kartu Tani

Pemkab Tabanan melalui Dinas Pertanian berencana segera merealisasikan penebusan atau pembelian pupuk bersubsidi di tingkat petani dengan menggunakan Kartu Tani.

PETANI – Petani di Tabanan tengah menanam padi.

Tabanan (bisnisbali.com) –Pemkab Tabanan melalui Dinas Pertanian berencana segera merealisasikan penebusan atau pembelian pupuk bersubsidi di tingkat petani dengan menggunakan Kartu Tani. Mekanismenya sedang dipersiapkan dan diharapkan dalam satu atau dua bulan mendatang penggunaan Kartu Tani ini bisa diterapkan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Wiadnyana, Minggu (4/4) kemarin, penggunaan Kartu Tani merupakan hasil rapat yang melibatkan berbagai kalangan terkait penyaluran pupuk bersubsidi. Hal ini sekaligus kesepakatan bersama guna menyikapi sejumlah kendala yang dihadapi dari peralihan sistem pembelian sebelumnya dari sistem cash and carry ke cashless menggunakan Kartu Tani.

“Kami sudah merapatkan barisan dengan pihak produsen pupuk, pengecer, distributor, pihak BNI, dan termasuk di tingkat kecamatan agar meminimalisir kendala dalam penyaluran pupuk bersubsidi ini,” tuturnya.

Peralihan sistem distribusi pupuk dengan menggunakan sistem Kartu Tani ini ada sejumlah kendala yang dihadapi. Di antaranya, belum semua Kartu Tani terdistribusikan ke petani, hingga belum lengkapnya sarana dan prasarana di tingkat pengecer khususnya mesin Electronic Data Capture (EDC) yang digunakan secara khusus untuk membaca alokasi pupuk bersubsidi dan transaksi pembayaran pupuk bersubsidi. Dia mengakui, peralihan sistem menjadi kendala baik di petani, di tingkat pengecer dan petugas di lapangan terutama di kecamatan sehingga distribusi pupuk bersubsidi menjadi terhambat.

Dijelaskannya lebih lanjut, kesepakatan berbagai pihak terkait dalam penyaluran pupuk bersubsidi ini adalah, langkah pertama BNI segera mendistribusikan sekaligus mengaktifkan mesin EDC ke seluruh pengecer pupuk yang ada di Tabanan. Termasuk, melakukan pendampingan kepara pengecer pupuk agar mereka paham bagaimana cara mengoperasikan mesin EDC.

Langkah kedua, Dinas Pertanian akan berkoordinasi dengan para pekaseh, petugas di kecamatan, BNI atau semua pihak terkait untuk menggenjot pendistribusian Kartu Tani dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan dan seizin Satgas Covid-19 setempat. “Kami akan lakukan percepatan untuk pendistribusian Kartu Tani. Begitu pula pihak BNI sebagai penyedia sistem atau layanan akan mempercepat penyebaran mesin EDC sehingga dalam periode satu-dua bulan sudah bisa digunakan,” ujarnya.

Pada tahap awal, meski sistem Kartu Tani ini sudah diberlakukan nantinya, namun penggunaan sistem tersebut masih akan diterima juga melalui pembelian pupuk dengan sistem sebelumnya atau secara cash and carry. Artinya, tahap awal ada dua sistem yang bisa dilakukan di tingkat pengecer untuk pembelian pupuk bersubsidi.

Paparnya, bagi petani yang sudah memiliki Kartu Tani, dipersilakan menebus pupuk bersubsidinya dengan sistem baru. Tapi bagi petani yang belum memiliki Kartu Tani tetapi sudah terdata di E-RDKK tetap bisa melakukan penebusan dengan membawa KTP, dan mengisi blangko terkait tebusan pupuk bersubsidi yang didapat.

Sementara itu, saat ini untuk pendistribusian Kartu Tani di Tabanan baru mencapai 65 persen. Kondisi tersebut salah satunya disebabkan karena kegiatan pendistribusian yang juga harus menyesuaikan dengan pergerakan kasus Covid-19. “Rencananya setelah Galungan nanti kami akan genjot lagi penyaluran Kartu Tani sehingga segera tuntas,” tegasnya. *man

BAGIKAN