Pembelajaran Tatap Muka Siswa  Ditunda, Karangasem Segera Lakukan Vaksinasi Covid-19

PEMBELAJARAN Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Karangasem ditunda sampai ada izin dari pemerintah atasan. Sementara itu, dalam waktu dekat ini Karangasem bakal melakukan vaksinasi Covid-19 dan pada tahap pertama menyasar tenaga medis,

Kadisdikpora Karangasem I G.N. Kartika (kiri), Sekda Ketut Sedana Merta (tengah) dan Kadiskes dr. I G.M. Putra Pertama, M.M.

PEMBELAJARAN Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Karangasem ditunda sampai ada izin dari pemerintah atasan. Sementara itu, dalam waktu dekat ini Karangasem bakal melakukan vaksinasi Covid-19 dan pada tahap pertama menyasar tenaga medis, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tenaga bidang pelayanan masyarakat lainnya.

Hal itu disampaikan Sekda Karangasem Ketut Sedana Merta saat menggelar jumpa wartawan terkait penundaan PTM dan persiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Amlapura, Rabu (6/1) kemarin. Sedana Merta yang juga Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 menyampaikan penjelasan soal penundaan PTM dan persiapan pelaksaan vaksinasi Covid-19  didampingi Kepala Dinas Kesehatan Karangasem  Dr. I G.M. Putra Pertama, M.M., dan Kadisdikpora Karangasem Drs. I G.N. Kartika.

Sedana Merta menyatakan, PTM di Karangasem ditunda karena sesuai SK Mendagri belum diizinkan akibat masih pandemi. Di Karangasem dalam minggu ini terlihat ada tren kenaikan kasus Covid-19 yang dirawat yakni mencapai 41 orang.

Putra Pertama mengatakan, anggaran operasional vaksinasi  sudah ada di Dinas Kesehatan sesuai program vaksinasi. Petugas medis yang nantinya bertugas melaksanakan vaksinasi per hari sebanyak 40 orang dan vaksinasi dilakukan di 12 Puskesmas dan satu RSUD Karangasem. ‘’Anggaran operasional sesuai program vaksinasi yang sudah diajukan, sedangkan vaksin untuk dua tahap program vaksinasi seluruhnya dibantu pemerintah pusat. Kita di daerah tinggal menyiapkan petugas dan melaksanakan program vaksinasi Covid,’’ paparnya.

Menurut  Sedana Merta, Karangasem masih menghadapi pandemi. Ia sangat mengharapkan masyarakat Karangasem agar selalu menaati prokes yang sekarang disebut 4M yakni menjaga jarak,  memakai masker,  mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Sebab, sampai awal tahun  2021 ini kasus Covid masih bertambah, sehingga pemerintah akan kembali mengaktifkan satgas desa. ‘’Keberhasilan penanggulangan penyebaran virus sangat penting dan peran kita semua dalam mencegahnya,’’ ujarnya.

Putra Pertama menambahkan, untuk menjamin kelancaran pelaksanaan  vaksinasi, pihaknya di Diskes Karangasem terlebih dahulu mempersiapkan SDM yang akan bertugas. ‘’Untuk kelancaran,  sebelum program vaksinasi ini dimulai  kami akan memberikan sosialisasi kepada petugas dan menggelar simulasi,’’ jelasnya.

Program vaksinasi akan dilakukan dalam dua tahap. Sesuai program pemerintah pusat, tahap pertama untuk tenaga medis sebagai garda terdepan yang  bertugas  merawat pasien Covid-19. Berikutnya petugas pelayanan publik termasuk TNI/Polri, anggota Forkopimda dan ASN di Karangasem mulai Januari hingga April 2021.

Pada tahap kedua untuk masyarakat mulai April 2021 sampai Maret  2022. Tahap kedua menyasar semua masyarakat Karangasem yang berjumlah 229.000 lebih. Sesuai ketentuan, orang dewasa, sehat, umur 18-59 tahun. Selain batasan umur, juga tidak pernah positif covid serta tidak memiliki penyakit penyerta seperti penyakit jantung, hipertensi dan penyakit lainnya yang rentan.

Di lain pihak,  Kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem I Gusti Ngurah Kartika mengungkapkan, PTM SD dan SMP ditunda. Keputusan penundaan itu merupakan hasil rapat dengan Satgas Covid Karangasem dan pihak terkait.

Berdasarkan data, sekolah menyampaikan siap menggelar PTM tercatat 26 SD dan 6 SMP. Walaupun ditunda, pihaknya akan melakukan verifikasi ke lapangan terkait laporan pihak sekolah yang menyatakan siap menggelar PTM. Sementara data terbaru,  226 SD dan 23 SMP  mengajukan untuk melaksanakan PTM. Pihak sekolah yang baru menyampaikan kesiapan PTM juga akan diverifikasi  jika nanti diberlakukan PTM  jika situasi memungkinkan. ‘’Kalau nantinya sudah memungkinkan dilakukan PTM, tentu sekolah yang lebih awal  mengajukan pernyataan kesiapan akan diizinkan lebih dahulu,’’  ungkap Kartika. *adv

BAGIKAN