Pembayaran Digital QRIS dan ’’Virtual Account” di RS Dinilai Sangat Urgen

Implementasi pembayaran digital seperti QRIS dan virtual account di rumah sakit (RS) menjadi sangat urgen untuk dilakukan saat ini.

VIRTUAL - Launching penggunaan QRIS dan virtual account di RS.

Denpasar (bisnisbali.com) – Implementasi pembayaran digital seperti QRIS dan virtual account di rumah sakit (RS) menjadi sangat urgen untuk dilakukan saat ini. Hal ini karena RS merupakan tempat terdepan dalam penanganan Covid-19 yang sangat rentan terhadap penyebaran virus, sehingga penerapan protokol tatanan kehidupan era baru yang sesuai menjadi suatu keharusan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) bali, Trisno Nugroho di RS Sanglah, Selasa (25/5) menyampaikan penerapan protokol tatanan kehidupan era baru tersebut tidak hanya mengedepankan pada protokol kesehatan berupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Tetapi, kata dia, perlu diperluas pada semua ekosistem penyelenggaraan operasional RS.

“Termasuk di antaranya adalah kegiatan penyelesaian transaksi pembayaran yang meminimalisir kontak fisik atau bersifat contactless seperti QRIS yang juga merupakan sarana pembayaran berbasis digital yang cepat, mudah, murah, aman dan andal,” katanya pada saat launching penggunaan QRIS dan virtual account di RSUP Sanglah Denpasar.

Menurutnya dengan peresmian di RSUP Sanglah pada hari ini, semakin menambah daftar rumah sakit baik RS pemerintah maupun swasta di wilayah Bali yang telah mengimplementasikan QRIS antara lain seperti Bali Royal Hospital (BROS), Surya Husadha Hopsital, BIMC Siloam, Rumah Sakit Umum Permata Hati, Rumah Sakit Mata Bali Mandara, Rumah Sakit Bali Mandara, Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali, dan Rumah Sakit Puri Raharja.

Secara keseluruhan,  hingga 11 Mei 2021, jumlah merchant yang menggunakan QRIS di Provinsi Bali mencapai 217.936 merchant, meningkat sebesar 754 persen dibandingkan dengan awal tahun 2020 yang tercatat sebesar 25.493 merchant.

Sehubungan dengan itu, untuk merespon semakin luasnya penggunaan QRIS oleh masyarakat, per 1 Mei 2021 BI mengeluarkan kebijakan menaikkan nominal transaksi QRIS dari Rp 2 juta per transaksi menjadi Rp 5 juta per transaksi.

“QRIS selain mendukung penerapan protokol kesehatan serta mempermudah transaksi pembayaran, juga memberikan manfaat bagi pengelolaan RS, seperti transparansi, transaksi tercatat langsung, efisien, serta mengurangi biaya pengelolaan uang tunai,” paparnya.

Sementara itu Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma menyampaikan pemasangan QRIS dinamis ada di 24 titik poli yang ada di RSUP Sanglah dan akan disiapkan 24 tablet di amsing-masing kasir poli untuk mendukung kelancaran transaksi menggunakan QRIS. *dik

BAGIKAN