Peluang di Balik Corona, Produk Lokal Diyakini Bangkit

Merebaknya virus corona tidak saja menimbulkan kekhawatiran dari segi kesehatan masyarakat, namun juga kekhawatiran akan turunnya angka pertumbuhan ekonomi Bali.

 Putu Ngurah Suyatna Yasa, SE, M.Si.

Denpasar (bisnisbali.com) –Merebaknya virus corona tidak saja menimbulkan kekhawatiran dari segi kesehatan masyarakat, namun juga kekhawatiran akan turunnya angka pertumbuhan ekonomi Bali. Meski demikian, akademisi Universitas Warmadewa, Dr. Putu Ngurah Suyatna Yasa, S.E., M.Si. mengatakan, masyarakat Bali harus dapat mengambil peluang di balik corona. Dengan mengkampanyekan pemanfaatan produk lokal, perekonomian Indonesia khususnya Bali tidak akan terlalu terpuruk.

Ngurah Suyatna memaparkan ini peluang bagi UMKM dan juga sektor pertanian untuk merebut pasar. Produk impor mulai berkurang karena perdagangan luar negeri juga turut terimbas oleh merebaknya virus corona di dunia. “Ini kesempatan kita untuk mengaktifkan produk-produk lokal, karena impor buah atau produk lainnya sudah sangat berkurang. Ini kesempatan bagi Bali dan daerah lainnya di Indonesia untuk menampilkan produk lokal,” tandas Ketua Program Studi (Prodi) Magister Manajemen (MM) Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPS Unwar) tersebut.

Produk lokal inilah yang harus didorong dan mulai dikonsumsi untuk dalam negeri. Dengan memperbanyak konsumsi produk lokal, harga jual juga akan membaik sehingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi. Setiap ada masalah, pasti ada peluang yang bisa dimanfaatkan. “Seorang enterpreneur harus mampu melihat itu, dengan meningkatkan produk UMKM kita untuk mengganti produk impor. Yang penting ke depannya adalah diversifikasi produk, termasuk produk pertanian,” tukasnya.

Bila hal tersebut tidak dilakukan, sudah dapat dipastikan pertumbuhan ekonomi Bali yang sebelumnya berada di kisaran 5-6 persen akan melorot ke kisaran 4 persen seperti yang diprediksi Bank Indonesia. Mengingat dampak corona ini dirasakan oleh dunia, tidak hanya Bali, resistensi perekonomian dapat dilakukan dengan menumbuhkan rasa cinta pada produk lokal.

Meski hal tersebut sudah dilakukan pemerintah sejak lama, namun dengan kemudahan masyarakat mendapatkan produk impor ajakan mencintai produk lokal tampaknya tidak terlalu digubris. Namun dengan kondisi saat ini, diharapkan masyarakat mulai membiasakan dan membudayakan pemanfaatan produk lokal produksi daerah sendiri.

Lebih lanjut, Ngurah Suyatna juga berharap pemerian Bali lebih tegas dalam upaya pencegahan masuknya virus corona ke Bali dengan menyetop sementara pariwisata Bali. “Kalau negara lain sangat tegas menolak wisatawan, tetapi kita malah wellcome, tanpa memikirkan risikonya,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah dan juga masyarakat Bali bisa bersabar sebentar hingga penyebaran virus mereda. Diakui Bali sangat tergantung pada sektor pariwisata, namun kondisi saat ini menuntut pemerintah untuk tegas menghentikan sementara masuknya wisatawan ke Bali yang sangat berpotensi menyebarkan virus corona.

“Apalagi saya dengar Tiongkok sudah mengumumkan kondisi sudah mulai membaik dan akhir Maret ini, kemungkinan penyebaran virus dapat dikendalikan. Jadi pemerintah harus bersabar sejenak, ketimbang nanti virus tersebut masuk Bali tentunya akan lebih repot lagi,” pungkasnya. *pur

BAGIKAN