Pelestarian Sapi Putih Perlu Bantuan Donatur

Cukup sulit mencari donatur yang mau memberikan bantuan untuk biaya pakan lembu putih atau sapi putih yang dilestarikan di Desa Taro Kaja saat pandemi Covid-19 ini.

SAPI PUTIH – Upaya pelestarian sapi putih di Desa Taro Kaja memerlukan bantuan donatur.

Gianyar (bisnisbali.com) Cukup sulit mencari donatur yang mau memberikan bantuan untuk biaya pakan lembu putih atau sapi putih yang dilestarikan di Desa Taro Kaja saat pandemi Covid-19 ini. Oleh sebab itu, untuk keberlangsungan pelestarian sapi putih, Yayasan Lembu Putih berkoordinasi dengan Bendesa Desa Taro Kaja agar mengarahkan masyarakat setempat menerapkan sistem maturan pakan secara ikhlas.

Ketua Yayasan Lembu Putih Desa Taro, I Made Madriana, Rabu (3/2) kemarin, mengatakan sampai kini pembelian pakan sapi putih masih menggunakan kas Desa Adat Taro Kaja. Ini karena wisata hiburan gajah di Desa Taro yang selama ini ikut berkontribusi membantu pelestarian sapi putih terkendala minimnya wisatawan yang berkunjung.

Sapi putih yang dilestarikan masyarakat Desa Taro Kaja bersama Yayasan Lembu Putih awalnya berjumlah 56 ekor. Dua ekor mati karena faktor umur. ” Kini tinggal 54 ekor sapi putih yang perlu pemeliharaan baik dan pakan yang cukup,” ucapnya.

BUMN yang sudah membantu pelestarian sapi putih di Desa Taro Kaja di antaranya Indonesia Power. Kerja sama Yayasan Lembu Putih dengan Indonesia Power berlangsung sejak 2019 sampai 2021. Tahun ini Indonesia Power hanya memberikan bantuan perbaikan fisik bangunan di Kawasan Pelestarian Lembu Putih.  “Kami mengetuk hati pengelola BUMN yang lain untuk memberikan bantuan pemeliharaan sapi putih di Desa Taro Kaja,”  jelasnya.

Masyarakat Desa Taro Kaja juga berharap Pemerintah Kabupaten Gianyar ikut peduli terhadap pelestarian sapi putih di desanya. Paling tidak pemerintah ikut bersubsidi biaya pakan.  Selain itu, melalui dukungan generasi muda di Desa Taro Kaja, Yayasan Lembu Putih telah membuka usaha rumah makan di Kawasan Pelestarian Sapi Putih. Hasilnya untuk subsidi biaya pelestarian sapi putih.

Made Madriana menegaskan, saat ini biaya pelestarian sapi putih sepenuhnya masih menggunakan kas Desa Adat Taro Kaja. Ke depan dengan koordinasi dengan bendesa, masyarakat Adat Taro Kaja diharapkan maturan pakan secara bergiliran. “Maturan pakan sapi putih ini seikhlasnya. Kalau punya rumput atau batang pisang, bisa dibawa ke tempat pelestarian sapi putih,”  ujarnya.

Staf Yayasan Lembu Putih, Ketut Daging, sebelumnya mengatakan untuk memelihara 54 ekor sapi putih dikeluarkan biaya pakan khususnya untuk membeli rumput sekitar Rp 27,5 juta per bulan. “Jika dikalkulasikan per hari biaya pakan sapi putih tersebut mencapai Rp 800.000,” jelasnya. *kup

BAGIKAN