Pelestarian dan Inovasi Kerajinan Wayang Kamasan untuk tetap Eksis

Kerajinan wayang Kamasan sudah terkenal sejak dulu. Produk ini sangat diminati wisatawan.

LUKISAN - Kerajinan lukisan wayang Kamasan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kerajinan wayang Kamasan sudah terkenal sejak dulu. Produk ini sangat diminati wisatawan. Namun, belakangan masyarakat lokal juga banyak yang tertarik pada produk wayang Kamasan, khususnya yang berbentuk kipas.

Kipas yang berisi lukisan wayang Kamasan sangat diminati, untuk menjadi salah satu perlengkapan yang kerap digunakan saat pembuatan foto prawedding. Kipas lukis wayang Kamasan, ini menurut Sinarwati, pelukis wayang Kamasan dari Banjar Pande, Desa Kamasan, Klungkung, diminati  oleh orang lokal dan juga wisatawan. “Kipas lukis ini awalnya hanya dicari oleh pemilik salon yang merias pengantin. Tapi belakangan kipas lukis ini semakin banyak peminatnya,” kata Sinarwati, di Denpasar saat mengikuti pameran.

Ia mengatakan, mengikuti ajang pameran merupakan salah satu upayanya dalam mempromosikan produk kerajinan lukisan wayang Kamasan. “Lukisan Wayang Kamasan sekarang sudah dituangkan dalam berbagi media, jadi tidak hanya di atas kanvas saja sehingga pemasaran menjadi lebih mudah. Media lukis yang kami gunakan seperti kipas, keben, bokor dan kayu dinding,” ungkapnya.

Inovasi tersebut mampu mendongkrak penjualan dan membuat lukisan wayang Kamasan makin diminati. “Kalau dulu hanya menggunakan media kanvas, peminatnya hanya wisatawan. Sekarang karena kami menggunakan media yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, maka masyarakat lokal juga mulai melirik produk-produk kami,” katanya.

Untuk kipas lukis wayang Kamasan ada dua jenis kipas yang ditawarkan yaitu kipas kayu dan kipas kain. Perbedaan bahan baku tersebut tentunya berpengaruh terhadap harga jual. “Kalau harga jual tergantung bahan baku dan ukuran. Yang jelas kipas dari kayu harga jauh lebih tinggi dari kipas kain, karena kipas kayu dilukis kedua sisinya sedangkan kipas kain hanya satu sisi saja,” katanya.

Untuk kipas kayu dengan ukuran 23 cm dibanderol Rp 350 ribu, 27 cm Rp 500 ribu, 30 cm Rp 700 ribu. Sedangkan kipas kain ukuran 23cm harga Rp 175 ribu, ukuran 30 cm motif bunga Rp 300 ribu, motif wayang Rp 350 ribu.

Ia mengatakan, terkait dengan motif yang pada dasarnya adalah wayang saat ini sudah mulai dikembangkan dengan motif bunga agar tidak monoton. Pelestarian budaya yang dilakukan juga mengikuti perkembangan zaman, sehingga produk seni warisan leluhur tersebut dapat tetap eksis dan memberikan kesejahteraan bagi para pelakunya.

“Kami juga menggunakan sosial media dalam mempromosikan produk lukisan wayang Kamasan ini, sehingga lebih banyak orang yang mengetahui tentang produk seni ini. Promosi melalui media sosial ternyata memang sangat besar dampaknya terhadap penjualan, lebih banyak orang yang tahu dan tertarik pada produk kami,” katanya. *pur

BAGIKAN