Pelemahan Sektor Pariwisata, Pengaruhi Industri BPR

Merebaknya virus corona di Kota Wuhan, Tiongkok cukup signifikan berdampak pada pelemahan pariwisata Bali.

Gianyar (bisnisbali.com)-Merebaknya virus corona di Kota Wuhan, Tiongkok cukup signifikan berdampak pada pelemahan pariwisata Bali. Ketua DPK Perbarindo Gianyar, Made Sarwa, mengatakan pelemahan sektor ekonomi Bali diikuti dengan pelemahan pariwisata tentunya berimbas lesunya kegiatan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan berpengaruh pada sektor perbankan khususnya bank perkreditan rakyat (BPR).

Direktur Gianyar Partha Sedana mengatakan di awal Tahun 2020  kembali dihadapkan perlambatan ekonomi. Perlambatan ekonomi diakibatkan pengaruh global perang dagang Amerika-Tiongkok.

Ia menjelaskan ini makin diperparah dengan adanya endemi (penyakit) virus corona yang merebak di Kota Wuhan, Tiongkok. Virus corona ini berdampak tidak hanya pada Tiongkok tetapi berdampak pada ekonomi secara global.

Made Sarwa memaparkan virus corona juga berdampak pada melemahnya sektor pariwisata Bali. Praktis virus corona menurunkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) khususnya wisatawan Tiongkok ke Bali.

Penurunan pariwisata Bali mendorong makin melemahnya ekonomi Bali. Perlambatan ekonomi bisa berimbas pada lambatnya pertumbuhan BPR baik dalam penggaetan dana pihak ketiga (DPK) maupun dalam penyaluran kredit.

Sarwa mengakui perlambatan ekonomi Bali tidak hanya dipengaruhi isu global virus corona. Kondisi ini disertai pula oleh gagalnya peternakan babi di Bali. Sesuai pemberitaan sebelumnya, peternakan babi di Bali khususnya dihadapkan dengan ancaman virus ancaman virus African Swine Fever (ASF).

Virus ini tentu mengganggu peternakan lokal khususnya peternak babi. Semua permasalahan exsternal dan internal tersebut akan berpengaruh terhadap perkembangan aktivitas operasional BPR. “Kalau pun di awal Februari ini belum terasa, kondisi ini akan berpengaruh terhadap perkembangan BPR pada bulan berikutnya,” jelasnya.

Diakuinya, khusunya BPR Gianyar tidak terlalu banyak membiayai usaha peternakan sementara belum berpengaruh. Kemungkinan penempatan dana pihak ketiga (DPK,) dari masyarakat peternak mengalami penurunan akibat kerugian kematian ternak babi. “Mudah-mudahan peternak bisa mengantisipasi virus ASF sehingga bisa menekan angka kematian ternak ,” tuturnya.

Made Sarwa menegaskan pariwisata menjadi salah satu andalan Bali. Ketika sektor pariwisata terganggu pasti berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi Bali dan akan berdampak pada  perkembangan BPR. *kup

BAGIKAN