Pelarangan Mudik, Kunjungan ke DTW Turun Tajam

Jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah Daya Tarik Wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan mengalami penurunan tajam saat ini.

TUTUP - Sepinya kunjungan wisatawan di kawasan Tanah Lot membuat sejumlah pedagang menutup tokonya.

Tabanan (bisnisbali.com) –Jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah Daya Tarik Wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan mengalami penurunan tajam saat ini. Kondisi tersebut diyakini sejumlah pengelola DTW sebagai dampak kebijakan pelarangan mudik yang diberlakukan pemerintah pada 6-17 Mei 2021.

Manajer DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, Jumat (7/5), mengungkapkan angka kunjungan mengalami penurunan akibat kebijakan pelarangan mudik. Itu terlihat dari jumlah kunjungan per Kamis (6/5) yang sekaligus merupakan hari pertama kebijakan pelarangan mudik ini diberlakukan. Angka kunjungan ke DTW Tanah Lot hanya 178 orang. Bahkan, pada  hari kedua pelarangan mudik atau 7 Mei hingga siang, jumlah wisatawan yang datang cuma 29 orang.

Dikatakannya, jumlah kunjungan wisatawan saat pelarangan mudik mengalami penurunan tajam dibandingkan dengan rata-rata angka kunjungan sebelumnya di masa pandemi Covid-19 ini. Sesuai data kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot, angka kedatangan mencapai 400 hingga 500 orang saat akhir pekan dan berkisar 200-300 orang per hari pada awal pekan. “Hari pertama pelarangan mudik ini angka kunjungan bisa dibilang sangat sepi, bahkan lebih sepi daripada angka kunjungan sebelumnya. Jumlah kunjungan hanya mencapai setengahnya,” tuturnya.

Sudiana menjelaskan, kunjungan wisatawan ke Tanah Lot dominan kalangan tamu domestik, khususnya masyarakat perantauan yang menetap di Bali yang mungkin tidak melakukan mudik atau pulang kampung, namun memilih tetap berada di Pulau Dewata dan berwisata ke Tanah Lot. Bercermin dari itu pula ia mengharapkan pada momen libur Lebaran nanti wisatawan domestik akan mampu mendongkrak angka kunjungan meski potensinya tidak besar. Asumsinya, pada libur hari raya di tengah pelarangan mudik ini pastinya destinasi lokal termasuk Tanah Lot akan menjadi pilihan untuk mengisi liburan. “Pada libur Lebaran nanti minimal ada peluang meningkatkan kunjungan hingga 300 orang per hari,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Perkumpulan Daya Tarik Wisata (PDTW) Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika. Menurutnya, kunjungan wisatawan ke Ulun Danu Beratan turun drastis saat ini. Jumlahnya jauh menurun karena dampak pandemi dan kini semakin anjlok karena adanya kebijakan pelarangan mudik.

Pada hari pertama mulai diberlakukannya pelarangan mudik, jumlah kunjungan wisatawan ke Ulun Danu Beratan hanya 30 orang per hari. Jauh menurun dari rata-rata kunjungan wisatawan yang berkisar 100 orang per hari pada sepekan terakhir. ”Itu terjadi karena memang sebagian besar wisatawan yang datang ke objek wisata yang mengandalkan keindahan danau ini adalah wisatawan dari luar Bali. Ketika wisatawan dibatasi dengan pelarangan mudik, tentunya berdampak signifikan pada angka kunjungan,” pungkasnya. *man

BAGIKAN