Pelaku Usaha Harap Pilkada Tak Jadi Klaster Penyebaran Covid-19

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan dilangsungkan saat pandemi Covid-19.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan dilangsungkan saat pandemi Covid-19. Dewan Pembina Apindo Bali, Panudiana Kuhn, Rabu (7/10) mengatakan pelaksanaan pilkada tidak akan berdampak dengan pertumbuhan ekonomi.

Diungkapkannya, program pemerintah dalam pemulihan ekonomi tidak berkaitan dengan pelaksanaan pilkada yang berlangsung saat pendemi Covid-19. Hanya saja, masyarakat dan pelaku usaha berharap pelaksanaan pilkada tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Kuhn menjelaskan semua sektor berharap kasus Covid-19 bisa melandai. Ini menjadi salah satu indikator bagi pemerintah Provinsi Bali untuk membuka sektor pariwisata Bali bagi pasar wisatawan mancanegara. “Dengan kedatangan pasar mancanegara ekonomi Bali akan segera bangkit,” ucapnya.

Dipaparkannya, pemerintah harus betul-betul mengawasi pelaksanaan pilkada dalam masa pandemi ini. Pelaksanaan tahapan pilkada mesti betul-betul memperhatikan protokol kesehatan. Saat kampanye dan tahapan pilkada tidak boleh melibatkan lebih dari 50 orang. Semua yang mengikuti tahapan pilkada wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Panudiana Kuhn menegaskan tahapan pilkada tidak ada dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan UMKM dan kegiatan  ekspor tidak ada pengaruh dengan pelaksanaan pilkada dan lebih banyak dipengaruhi kondisi pasar ekspor. ” Indonesia menghadapi resesi sementara negara lain juga kena resesi ekonomi semua fokus penangan Covid-19,” tambahnya. *kup

BAGIKAN