Pelaku UMKM Mesti Regenerasi Perajin

Produk kerajinan yang dihasilkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan buah karya perajin terampil.

PERAJIN - Dekranasda Gianyar berharap bimtek dan pembinaan bisa memunculkan perajin baru sebagai regenerasi.

Gianyar (bisnisbali.com) –Produk kerajinan yang dihasilkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan buah karya perajin terampil. Oleh karena itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra minta para pelaku UMKM membuat regenerasi tenaga terampil dalam memproduksi produk kerajinan.

Dikatakannya, selama ini Pemkab Gianyar sudah menggelar bimbingan teknis (bimtek) untuk meningkatkan keahlian para perajin. Dari bimtek tersebut diharapkan lahir generasi baru perajin-perajin yang terampil. ‘’Pemkab Gianyar melalui  Dinas Perindustrian  bersama Dekranasda menggelar bimtek untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Mereka dulunya bekerja di pariwisata, namun semenjak pandemi kehilangan pekerjaan,’’ jelasnya, Senin (7/12).

Ny. Surya Adnyani Mahayastra melihat regenerasi perajin ini sudah mulai ada. Seperti tenun, ibarat gayung bersambut, perajinnya ada, kelompoknya juga ada.  Dekranasda tinggal melakukan pembinaan guna meningkatkan SDM perajin. “Melalui pembinaan juga didorong munculnya para perajin baru,” ujarnya.

Disampaikannya,  kain tenun tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Namun, di Gianyar perajin kain tenun bisa dihitung dengan jari. Jumlahnya tidak sebanyak perajin kain endek. Salah satunya dapat dijumpai di Banjar Pesalakan, Desa Pejeng, Tampaksiring. Perajin tenun yang dikenal dengan kain tenun cagcag ini ibaratnya mati suri karena kini hanya tersisa satu perajin.

Berdasarkan hal itulah Dekranasda Kabupaten Gianyar beberapa waktu lalu mengadakan kunjungan dan pembinaan ke kelompok Tenun Sari Bhakti Banjar Pesalakan, Desa Pejeng Kangin. “Pada kunjungan itulah kami lihat sangat sedikit jumlah perajin tenun yang masih bertahan. Desain motif tenunnya juga masih sederhana dan pewarnaannya belum begitu bagus,” katanya.

Ny. Surya Adnyani Mahayastra mengharapkan tenun cagcag di Banjar Pesalakan bangkit lagi sehingga perlu diberikan pembinaan dan bantuan. Pelatihan ini penting untuk menjaga kualitas dan mutu kain tenun. Makanya materi yang diberikan dalam  bimtek mencakup masalah desain dan pewarnaan, pengetahuan yang sangat mendasar yang memang dibutuhkan oleh para perajin. *kup

BAGIKAN