Denpasar (bisnisbali.com) –Pelaku pariwisata menyambut positif upaya pemerintah provinsi Bali meluncurkan branding “We Love Bali” Movement, dengan harapan pemulihan pariwisata dan perekonomian di daerah ini bisa segera pulih. Bali Hotels Association (BHA) salah satunya dengan segera bergerak dengan mengajukan beberapa rekomendasi.

“Kami segera bergerak dengan mengajukan beberapa rekomendasi ke Gubernur Bali sesuai skala prioritas,” kata Ketua BHA, Ricky Putra di Sanur.

Ia mengatakan BHA sebagai sebuah asosiasi saat ini mewadahi 164 General Manager hotel berbintang di Bali dengan total 31.286 kamar dan 40.589 karyawan tetap. Rekomendasi yang disampaikan ada beberapa poin yaitu pertama mitigasi.

Mitigasi ini meliputi rencana resmi mitigasi yaitu seluruh pintu masuk ke Bali, baik pelabuhan laut maupun udara harus memiliki prosedur, fasilitas, dan kelengkapan kesehatan sesuai dengan ketentuan WHO, serta dipastikan berjalan secara konsisten, dengan atau tanpa sidak sesuai rencana resmi mitigasi.

Memfasilitas rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta dipastikan memiliki prosedur, fasilitas, dan kelengkapan sesuai dengan ketentuan WHO, termasuk kemungkinan menghadapi lonjakan jumlah pasien.

“Fasilitas umum dan tempat umum diharapkan memiliki standar kesehatan dalam mengantisipasi penyebaran virus corona dengan melakukan penyemprotan desifektan atau langkah kongkrit lainnya yang baik melalui pembiayaan pemerintah maupun swasta,” katanya.

Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan langkah-langkah kongkrit jangka pendek dan jangka panjang dalam menangani dampak penyebaran virus corona bagi industri untuk menghindari penutupan usaha, PHK, serta dampak sosial lainnya. Ricky menyebutkan adapun beberapa langkah konkrit yang diharapkan adalah keringanan pembayaran insentif energi dan kebutuhan umum terkait, seperti PLN, ABT, dan PDAM.

Keringanan dalam pungutan retribusi daerah dalam bentuk lain. Tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat dalam hal perpajakan perusahaan dan penghasilan perseorangan baik berupa keringanan maupun penundaan yang bermanfaa bagi perekonomian Bali.

Kedua yaitu crisis center yaitu pembentukan tim yang independent agar memastikan poin pertama dapat terlaksana dengan baik. “Pembuatan video dan foto mitigasi penanganan penyebaran virus corona dalam berbagai Bahasa asing dan dipublikasikan di media nasional dan internasional,” ujarnya.

Ini berfungsi sebagai pusat data yang kompeten dalam memberikan penjelasan, klarifikasi, ataupun rekomendasi kepada masyarakat, baik lokal, nasional, maupun internasional. Selanjutnya penekanan terhadap kebijakan informasi 1 pintu untuk setiap pemberitaan resmi yang disampaikan dalam berbagai bahasa asing dan diterbitkan pada waktu bersamaan.

Pemberitaan resmi, kata Ricky, ini dapat yang dapat diakses dan diunduh dengan mudah oleh publik setiap saat pada portal pemerintahan, misal pada link Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Bali, dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dengan mengutamakan prinsip data yang faktual, terkini, dan transparan.

Kemudian standardisasi pemberitaan resmi yang tepat sasaran, efektif, dan dilaksnakan oleh professional di bidang crisis marketing and communication. Hotline number atau contact crisis center harus beroperasi 24 jam

Ketiga, pre-recovery. Kata Ricky langkah ini dilakukan dalam waktu bersamaan dan bersinergi dengan proses tahapan kedua melalui perencanaan dan penyusunan yang dibutuhkan agar program recovery dapat berjalan dengan maksimal dengan tolak ukur yang jelas.

Pengadaan beberapa rute penerbangan dari negara pasar potensial dengan mengutamakan rute penerbangan langsung (direct flights). Membuat promosi-promosi yang sesuai dan tepat sasaran melalui channel of distribution yang paling efektif.

“Pemerintah agar terus memantau perkembangan informasi kebijakan setiap negara terkait status penyebaran virus corona seperti travel warning dan travel ban, agar dapat digunakan untuk menyusun strategi pemasaran yang tepat,” harapnya.

Keempat yaitu recovery. Proses ini dilakukan setelah proses pertama, kedua dan ketiga terlaksana dengan konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan. Peluncuran seluruh program promosi, peninjauan (review) pada setiap program yang dijalankan, penyesuaian/perubahan (adjust) program yang kurang efektif atau tidak berhasil.

Untuk membuktikan ketangguhan Bali dalam menyelenggarakan kepariwisataan, Gubernur Bali menghadirkan program branding “We Love Bali” Movement, yang meliputi Paket Pariwisata Super Deal, Rally Wisata We Love Bali, Festival Kuliner Khas Bali, Festival Musik Berskala Internasional, Festival DJ berskala Internasional, International Surfing Competition, Lari Marathon Bali 10 K Internasional dan Bali Culture World Celebration.
Juga mengundang Familiarization Trip TOP Tour Operator/Wholesaler, mengundang Travel Writer, Youtuber, Blogger, Influencer untuk kampanye “We Love Bali Movement”, dan memfasilitasi berbagai even berskala internasional di Bali. *dik

BAGIKAN