Pelaku Pariwisata Mulai Kampanyekan  ’’Open Border’’

Pembukaan perbatasan (open border) untuk pariwisata mancanegara menjadi sesuatu yang diharapkan untuk pemulihan pariwisata Bali.

KAMPANYE - Melandainya kasus positif Covid-19 saat ini menjadi keunggulan para pelaku pariwisata di Bali dalam melakukan kampanye open border.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pembukaan perbatasan (open border) untuk pariwisata mancanegara menjadi sesuatu yang diharapkan untuk pemulihan pariwisata Bali. Berbagai flyer yang mengkampanyekan open border pun ramai di media sosial yang diunggah oleh pelaku pariwisata.

Dalam flyer yang juga diselipkan foto masing-masing pemilik akun bertuliskan kata-kata “Menyambut Oper Border Juli 2021 (Prokes CHSE yang ketat dan manajemen risiko yang aman serta terukur)”. Dalam flyer tersebut juga ditambahkan kata-kata “Bali bergerak, verified, certified, vacinated” serta hastag #baliopenborder, #forumbalibangkit #berdamaidengancovid-19.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Bali Yoga Iswara mengatakan, hal tersebut salah satu bentuk afirmasi positif terhadap apa yang sudah Bali lakukan selama 1 tahun ini. Menurutnya, Bali sudah bergerak melakukan verifikasi tatanan era baru, baik itu sertifikasi CHSE, vaksinasi yang telah mencapai 1,7 juta penduduk dan sebagainya. “Ini sebuah proses yang luar biasa di Bali. Kami juga mengacu pada apa yang disampaikan Bapak Jokowi saat kunjungan dalam kegiatan vaksinasi pariwisata, Bali akan dibuka Juli 2021 dengan syarat angkat kasus menurun,” ungkapnya.

Bali melakukan proses yang sudah sangat bagus dan ditambah kasus positif Covid-19 saat ini sudah melandai. “Apa yang disampaikan Bapak Jokowi dan apa yang dilakukan Pemprov Bali beserta stakeholder pariwisata untuk mencapai titik itu, sepertinya tidak ada alasan lagi untuk Bali tidak dibuka. Apalagi yang kita harapkan adalah open border yang selected,” terangnya.

Dikatakannya, pariwisata Bali saat ini sudah sangat kritis. Wisatawan mancanegera menjadi solusi terbaik untuk memberi nafas pada pariwisata Bali, terlebih wisatawan domestik juga sangat membantu. Pihaknya mengaku, tidak serta merta mencari kuantitas dengan target okupansi 80 persen, namun lebih kepada kuantitas meski target okupansi hanya 20-30 persen.

Hal senada juga diungkapkan salah seorang pelaku pariwisata I Nyoman Suweca. Dia mengatakan kondisi pariwisata Bali saat ini sangat kritis. Tindakan nyata harus segera dilakukan agar tidak berujung pada resesi ekonomi.

Melalui flyer open border yang diunggah di media sosial, ia mengatakan bersama teman-teman praktisi pariwisata mengeluarkan pendapat dan mendorong pemerintah untuk buka border dengan penerapan prokes ketat di semua kawasan termasuk pintu masuk Bali. “Selain itu, kami juga mendorong masyarakat Bali untuk mendukung rencana pembukaan Bali dan juga menaati prokes yang ketat di mana pun berada termasuk di lingkungan perumahan, sekolah, banjar, desa adat dan sebagainya,” ujar Suweca. *wid

BAGIKAN