Pelaku Pariwisata di Tabanan mulai Urus Sertifikat Tatanan Kehidupa Era Baru

Kalangan pelaku pariwisata di Kabupaten Tabanan mulai mengurus Sertifikat Tatanan Kehidupan Era Baru yang menjadi syarat ketika operasional dibuka kembali nantinya.

WISATA-Salah satu objek wisata di Tabanan yang siap untuk menerima kunjungan wisatawan lagi setelah dibuka nanti.

Tabanan (bisnisbali.com) –Kalangan pelaku pariwisata di Kabupaten Tabanan mulai mengurus Sertifikat Tatanan Kehidupan Era Baru yang menjadi syarat ketika operasional dibuka kembali nantinya. Saat ini Dinas Pariwisata Tabanan sudah menerima pengajuan dari 5 daya tarik wisata (DTW) dan 2 kalangan pelaku usaha hotel untuk mendapatkan sertifikat.

Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Tabanan I Wayan Budi Artana, Kamis (16/7) mengungkapkan, Dinas Pariwisata Tabanan sudah melalukan sosialiasi dan monitoring ke kalangan pelaku pariwisata terkait sertifikat Tatanan Kehidupan Era Baru atau standar saat dibukanya kembali objek wisata nantinya. Imbuhnya, saat ini Kabupaten Tabanan memiliki objek wisata yang berstatus DTW mencapai 25, kini dari jumlah tersebut sudah ada 5 yang mengajukan. Di antaranya, DTW Tanah Lot, DTW Jatiluwih, DTW Ulun Danu Beratan, dan Air Panas Penatahan. Selian itu, ada dua pelaku usaha hotel atau vila di Tabanan yang juga sudah mengajukan untuk mendapatkan sertifikat.

“Selain menyasar objek wisata, sertifikat Tatanan Era Baru ini juga harus dikantongi oleh sejumlah pelaku usaha hotel atau vila dan restoran, sehingga kalangan tersebut pun tidak luput dari pantauan kami,” katanya.

Jelas Budi, sertifikat Tatanan Kehidupan Era Baru harus atau wajib dimiliki sejumlah pelaku wisata. Sesuai dengan peraturan Gubernur Bali, sertifikat adalah hal mutlak yang harus dimiliki dengan mengacu pada standar protokol Covid-19. Katanya, di Tabanan untuk batas waktu bagi kalangan pelaku pariwisata ini memiliki sertifikat Tatanan Kehidupan Baru adalah sebelum 31 Juli mendatang.

Budi menambahkan sembari menunggu wisata di Tabanan mengajukan sertifikat, Dinas Pariwisata terus melakukan sosialiasi. Di sisi lain terangnya, untuk pelaku pariwisata yang sudah mengajukan sertifikat ke Dinas Pariwisata, maka pihaknya bersama dengan tim dari Dinas Kesehatan, Satpol PP Tabanan akan turun mengecek sejumlah kekurangan.

“Bila ada yang tidak lengkap nanti akan dievaluasi sampai benar-benar menerapkan protokol kesehatan Covid-19 tersedia,” tegasnya.

Sementara itu, hingga saat ini objek wisata di Kabupaten Tabanan belum ada yang dibuka. Hanya restoran dan artshop di DTW Ulun Danu Beratan yang baru dibuka. Hal sama juga berlaku pada sejumlah objek wisata pantai yang masih ditutup hingga kini. *man

BAGIKAN