Pelaku Pariwisata Berharap Kredit Lunak  Segera Terealisasi

Pemerintah Provinsi Bali mengajukan bantuan berupa pinjaman bunga lunak kepada Pemerintah Pusat untuk membantu para industri (cooporate) di sektor pariwisata.

Denpasar (bisnisbali.com)Pemerintah Provinsi Bali mengajukan bantuan berupa pinjaman bunga lunak kepada Pemerintah Pusat untuk membantu para industri (cooporate) di sektor pariwisata. Bantuan yang nantinya bisa digunakan untuk operasional termasuk karyawan tersebut disambut gembira oleh pelaku pariwisata dan diharapakan segera terealisasi.

Salah seorang pemilik hotel dan resort bintang empat di Sanur, I Wayan Agus Adi Putra, saat ditemui beberapa waktu lalu mengaku sangat antusias menunggu adanya bantuan pinjaman bunga lunak. Hal tersebut dibutuhkan untuk menopang pemodalan dan bersiap menyongsong tahun 2021 terlebih menyambut dibukanya pariwisata mancanegara. “Karena sekarang penghabisan, seperti mesin kami butuh oli tambahan untuk bisa tetap berjalan dalam kondisi seperti saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini akses dana ke perbankan cukup sulit, terlebih bunga yang diberikan lebih tinggi daripada program pinjaman bunga lunak tersebut. Hingga kini hotel dan vila yang dimilikinya masih tetap beroperasi  dengan memaksimalkan paket berenang menyasar wisatawan lokal. Hal tersebut dilakukan karena tidak mau menutup properti terlalu lama dan membuat karyawan tetap memiliki pekerjaan. Penghasilan saat ini tentu belum mampu menutupi opersional, sehingga memanfaatkan dana cadangan untuk menutupinya.

Oleh karena itu, pihaknya mengaku sangat membutuhkan dana tambahan untuk ke depannya, terlebih dengan adanya program pinjaman bunga lunak dari pemerintah yang akan sangat membantu operasional. “Meskipun berupa pinjaman, kami sangat antusias menanti. Terlebih prinsip kami tidak mau sampai mem-PHK karyawan, jadi sangat butuh dana tambahan,” terang Agus Adi Putra.

Hal senada juga diungkapkan oleh pemilik homestay dan operator spa di lima hotel berbintang di Bali, Komang Pujiarini. Dia mengatakan, jika program pinjaman bunga lunak tersebut dapat terealisasi, akan sangat baik mengingat saat ini perekonomian di Bali khususnya terpuruk. “Adanya dana itu akan sangat membantu para pengusaha di bidang pariwisata seperti kami sebagai modal awal untuk bisaya maintenance (perawatan) dan keperluan lainnya sebelum pariwisata dibuka kembali,” paparnya. *wid

BAGIKAN