Pekka Mampu Perkuat Ekonomi Keluarga

Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) mulai digagas pada akhir tahun 2000.  Rencana awal Komnas Perempuan yang ingin mendokumentasikan kehidupan janda di wilayah konflik untuk memperoleh akses sumber daya agar dapat mengatasi persoalan ekonomi

PEKKA - Acara tatap muka dengan Pekka se-Bali yang dipusatkan di Sekretariat Pekka di Puri Damai Ubud, Gianyar.

Gianyar (bisnisbali.com) – Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) mulai digagas pada akhir tahun 2000.  Rencana awal Komnas Perempuan yang ingin mendokumentasikan kehidupan janda di wilayah konflik untuk memperoleh akses sumber daya agar dapat mengatasi persoalan ekonomi. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Gianyar, Ir. Cok Gede Bagus Lesmana Trisnu, belum lama ini mengatakan, Pekka harus mampu mendeskripsikan perempuan kepala keluarga yang melaksanakan peran dan tanggung jawab sebagai  pencari nafkah, pengelola rumah tangga, penjaga kelangsungan hidup keluarga dan pengambil keputusan dalam keluarganya.

Diungkapkannya, Pekka adalah perempuan bercerai, suaminya meninggal dunia, perempuan tidak menikah tapi memiliki tanggungan keluarga, dan perempuan bersuami tapi karena suatu hal tidak dapat mengambil fungsinya sebagai kepala keluarga.

Cok Gede Bagus Lesmana Trisnu menjelaskan permasalahan Pekka yang tidak terselesaikan dapat merugikan baik materiil maupun mental khususnya kaum perempuan yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan keahlian khusus. Mengingat pentingnya masalah ini harus segera diatasi, sangat disadari perlu adanya upaya untuk membantu perempuan agar dapat memiliki ekonomi yang dapat menopang kehidupan keluarga.

Menteri PPPA, Bintang Dharmawati, sebelumnya juga menyampaikan berdasarkan hasil survei Pekka ada sekitar 54 ribu perempuan yang diberdayakan Pekka dan 34 ribu di seluruh Indonesia sudah berhasil ikut menopang perekonomian keluarga. Bahkan di NTT, NTB, Jawa Barat dan beberapa daerah lainnya  sudah memiliki Pekka Mart tempat mempromosikan produk-produk hasil anggota PEKKA setempat.

Di Bali kata Bintang Dharmawati, potensi Pekka lebih diprioritaskan pada pengembangan desa wisata, berikut produk-produk yang mengikutinya seperti kerajinan dan lain-lain. Namun Ia berharap dalam pengembangan potensi ini harus diperhatikan perkembangan dari hulu ke hilirnya, konsepnya harus dipelajari.

“ Ke depannya di Bali saya harap memiliki Pekka Mart sebagai suatu forum untuk menunjukkan pada masyarakat produk-produk hasil anggota Pekka  agar potensi mereka lebih dapat ditingkatkan,” tekan Bintang Dharmawati.*kup

BAGIKAN