Pegadaian Raih Kinerja Positif dan Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Denpasar (bisnisbali.com) – PT Pegadaian (Persero) terus menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun anggaran 2020. Tidak hanya itu, perusahaan berkomitmen membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 secara berkelanjutan.
Pemimpin wilayah PT Pegadaian (Persero) Denpasar Nuril Islamiah didampingi Kabag Humas & Protokoler Kanwil VII Denpasar Made Mariawan di sela-sela penyaluran sembako di Br. Pengiangan Desa Susut Bangli mengatakan di tengah mewabahnya Covid-19, perusahaan berkomitmen membantu masyarakat yang terdampak secara berkelanjutan, karena tidak tahu kapan wabah ini akan berakhir. 
Made Mariawan menjelaskan di masa covid, Pegadaian sebelumnya telah mengeluarkan program relaksasi dan restrukturisasi angsuran untuk produk nongadai. Tidak sampai di situ berikutnya meluncurkan program-program baru bertajuk Gadai Peduli untuk meringankan beban nasabah.
“Program pertama gadai peduli adalah menetapkan discount bunga 100 persen atau bunga nol persen,” ujarnya.
Seiring merebaknya kasus covid-19 kembali Pegadaian menyalurkan bantuan paket sebanyak 150 paket sembako dengan masing masing seharga Rp.100.000.
Sebelumnya Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto memaparkan perusahaan terus menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun anggaran 2020 dengan kenaikan Pendapatan Usaha meningkat 24,27% dari tahun 2019 sebesar Rp17,67 triliun menjadi Rp 21,96 triliun. Sementara itu dari sisi aset naik 9,40% dari tahun 2019 sebesar Rp 65,32 triliun menjadi Rp71,47 triliun di tahun 2020.
Jumlah nasabah yang dilayani pun, mengalami peningkatan sebesar 22,15% dari 13,86 juta orang menjadi 16,93 juta orang. Adapun omset pembiayaan yang disalurkan terdapat peningkatan 13,34% dari tahun 2019 sebesar Rp145,63 triliun menjadi Rp165,06 triliun pada tahun 2020.
Duakui di tengah kondisi ekonomi yang kurang kondusif sebagai dampak dari pandemi Covid-19, Pegadaian tetap mempunyai ketangguhan dalam menghadapi krisis.
“Kami tentu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berterima kasih kepada seluruh nasabah yang tetap loyal kepada Pegadaian, serta terus-menerus memanfaatkan produk dan layanan Pegadaian sebagai solusi keuangan yang dihadapi di masa pandemi,” paparnya.
Sementara itu sepanjang tahun 2020 Pegadaian berhasil mencatatkan laba Rp 2,02 triliun, serta mencatatkan kenaikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dari Rp.154 miliar di tahun 2019 menjadi Rp 2,12 triliun di tahun 2020.
“Penambahan penempatan dana sebagai cadangan kerugian tersebut merupakan bagian dari manajemen risiko, untuk mengantipasi kemungkinan terjadinya kerugian perusahaan di masa yang akan datang sebagai akibat penurunan kualitas pembiayaan,” ucapnya.
Pegadaian juga terus melakukan transformasi digital sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Sepanjang 2020 Aplikasi Pegadaian Digital telah digunakan oleh 2,1 juta nasabah dengan 3,4 juta transaksi senilai Rp5,1 triliun.*r

BAGIKAN