Pedagang Pasar tak Berani Sediakan Stok

Wacana Nyipeng alias Nyepi Desa Adat serentak dengan mengimbau masyarakat tidak keluar rumah selama 3 hari telah viral di berbagai media sosial.

RAGU - Aktivitas di Pasar Badung. Pedagang di pasar merasa ragu menyediakan stok dengan alasan pasar sepi saat ini.

Denpasar (bisnisbali.com) –Wacana Nyipeng alias Nyepi Desa Adat serentak dengan mengimbau masyarakat tidak keluar rumah selama 3 hari telah viral di berbagai media sosial. Imbauan ini menuai banyak kritikan terlebih tentang keberadaan logistik, seperti halnya pasar yang harus menyediakan stok lebih banyak. Namun pedagang memiliki keraguan menyediakan banyak stok dengan alasan pasar sepi saat ini.

Kondisi pasar terpantau masih terkendali atau tidak tejadi panic buying, khususnya di pasar terbesar di Bali yaitu Pasar Badung. Salah seorang pedagang bumbu Ni Ketut Murci, mengatakan, kondisi masih sama seperti biasa, tidak ada lonjakan.

Disinggung soal wacana nyipeng selama 3 hari dan keseiapannya menyediakan stok lebih banyak, dia mengaku tidak berani mengambil risiko menyediakan lebih banyak stok. “Belum berani memprediksi apakah benar pasar akan ramai nantinya. Kalau tidak itu berisiko soalnya barang yang kita jual mudah rusak, kalau tidak habis terjual dan ditinggal selama 3 hari, ya rugi banyak kita,” tuturnya.

Demikian dijelaskannya, konsumen dari rumah tangga tidaklah banyak. Demikian pemintaan terhadap bumbu dapur juga jauh lebih sedikit dibandingkan warung terlebih hotel ataupun restoran. “Kalau warung-warung kan tutup jadinya saat itu. Ya kami tidak berani sediakan banyak stok jika hanya mengandalkan rumah tangga,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pedagang buah Sang Ayu Anggawati. Kondisi pasar yang sepi dan harga buah yang melambung membuatnya tidak berani sediakan banyak stok, terlebih jelang nyipeng, jika memang benar diadakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Wayan Jarta, mengaku belum berani berkomentar karena putusan soal nyipeng selama 3 hari ini belum dikeluarkan secara resmi. Namun demikian jika mengingat pasokan yang saat ini masih aman, tentunya jika wacana nyipeng diputuskan, pihaknya akan memastikan agar pasokan bahan pangan. *wid

BAGIKAN